unique visitors counter
⌂ Beranda News Teks Khutbah Jumat 28 Agustus 2026: Menyambut Maulid Nabi dengan Meneladani Akhlak Rasulullah
News

Teks Khutbah Jumat 28 Agustus 2026: Menyambut Maulid Nabi dengan Meneladani Akhlak Rasulullah

Teks Khutbah Jumat 28 Agustus 2026: Menyambut Maulid Nabi dengan Meneladani Akhlak Rasulullah
Ilustrasi Masjid
A A Ukuran Teks16px

Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita, Nabi Besar Muhammad SAW. Kepada keluarga beliau, para sahabat, para tabi'in, serta seluruh umat Islam yang istiqamah mengikuti sunnah dan ajaran beliau hingga akhir zaman.

Hadirin yang dimuliakan Allah.

Pertama-tama, marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Takwa bukan hanya ucapan di lisan, melainkan usaha sungguh-sungguh untuk menjalankan segala perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya.

Sebab, sebesar apa pun harta yang kita miliki, setinggi apa pun jabatan yang kita raih, dan sebanyak apa pun manusia yang mengenal kita, semuanya tidak akan berarti apabila kita datang menghadap Allah tanpa membawa iman dan ketakwaan.

Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah.

Saat ini kita berada dalam bulan Rabiul Awal. Bulan yang selalu mengingatkan kita kepada sosok manusia yang paling mulia, Nabi Muhammad SAW.

Di berbagai tempat, umat Islam menyambut bulan ini dengan beragam kegiatan. Shalawat dikumandangkan. Sirah Nabi dibacakan. Majelis-majelis Maulid diselenggarakan. Kisah perjuangan Rasulullah kembali dikenang.

Semua itu tentu menjadi bagian dari upaya umat Islam untuk menumbuhkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.

Namun, ada satu pertanyaan penting yang perlu kita renungkan bersama.

Sejauh mana kecintaan kita kepada Rasulullah benar-benar terlihat dalam kehidupan kita sehari-hari?

Jangan sampai kita begitu bersemangat menyebut nama Rasulullah, tetapi mudah melupakan ajaran beliau. Jangan sampai lisan kita rajin bershalawat, tetapi pada saat yang sama lisan itu juga mudah menyakiti orang lain.

Jangan sampai kita mengaku mencintai Rasulullah, tetapi kita masih gemar berdusta, sulit menepati janji, mudah marah, enggan memaafkan, serta berat membantu orang yang sedang membutuhkan.

Hadirin yang berbahagia.

Cinta yang sejati selalu melahirkan keinginan untuk mengikuti.

📰 Update Terbaru