Seluruh informasi, keterangan, serta fakta yang berkaitan dengan video tersebut akan menjadi bagian dari bahan pemeriksaan.
Pemprov Sumbar Tegaskan Tidak Ada Toleransi Pelanggaran Etika ASN
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menegaskan tidak akan memberikan toleransi terhadap tindakan aparatur sipil negara yang terbukti melanggar ketentuan disiplin maupun etika.
Arry meminta masyarakat untuk memberikan ruang kepada tim pemeriksa agar dapat menjalankan tugasnya secara profesional.
Menurutnya, perhatian publik terhadap kasus tersebut merupakan hal yang wajar. Namun, masyarakat juga diharapkan tidak terburu-buru menyimpulkan sesuatu sebelum seluruh proses pemeriksaan selesai dilakukan.
“Kami memahami perhatian masyarakat terhadap persoalan ini. Namun, kami meminta agar tidak berkembang spekulasi yang belum terverifikasi. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat akan menangani persoalan ini secara serius, objektif, dan sesuai aturan,” tegasnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa hasil akhir pemeriksaan akan menjadi dasar bagi pemerintah dalam menentukan langkah selanjutnya.
Apabila dalam pemeriksaan ditemukan adanya pelanggaran disiplin sebagai pegawai negeri sipil, maka sanksi dapat dijatuhkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
“Kalau hasil pemeriksaan membuktikan adanya pelanggaran, tentu akan ada tindakan dan sanksi sesuai aturan. Prinsipnya, Pemprov Sumbar akan menegakkan disiplin dan menjaga integritas aparatur,” pungkas Arry.
Video CCTV Viral dan Jadi Sorotan Warga Sumbar
Sebelum adanya klarifikasi dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, masyarakat telah lebih dahulu dihebohkan oleh beredarnya rekaman CCTV yang diduga memperlihatkan tindakan tidak senonoh di sebuah ruangan.
Video tersebut mulai ramai diperbincangkan di media sosial pada Senin, 24 Agustus 2026.
Berdasarkan informasi yang beredar, rekaman itu diduga diambil dari sebuah ruang kerja. Video berdurasi sekitar 2 menit 1 detik tersebut kemudian menyebar secara berantai melalui berbagai platform media sosial.
