unique visitors counter
⌂ Beranda News Bukan Sekadar Air! Presiden Prabowo Dukung 'Ubi Bombing' dan Material Kimia Atasi Karhutla 2026
News

Bukan Sekadar Air! Presiden Prabowo Dukung 'Ubi Bombing' dan Material Kimia Atasi Karhutla 2026

Bukan Sekadar Air! Presiden Prabowo Dukung 'Ubi Bombing' dan Material Kimia Atasi Karhutla 2026
Prabowo: Digitalisasi Bansos Tekan Biaya dan Percepat Verifikasi
A A Ukuran Teks16px

Rencana Ubi Bombing dari Udara

Presiden tidak main-main dengan inovasi ini. Ia langsung menginstruksikan jajarannya untuk tidak menunggu lama dalam proses pengajuan anggaran. Tujuannya jelas: mendanai kegiatan riset lanjutan, proses produksi massal, hingga pengujian efektivitasnya di lapangan secara nyata.
 
Rencananya, metode "ubi bombing" ini akan diuji coba menggunakan helikopter. Tepung ubi akan dijatuhkan langsung dari udara ke titik-titik rawan kebakaran, mirip dengan metode water bombing, namun dengan efektivitas pemadaman yang diklaim lebih cepat mengisolasi api.
 
Meski sejauh ini uji coba awal baru menunjukkan efektivitas maksimal pada skala kebakaran kecil, pemerintah optimis metode ini dapat terus disempurnakan untuk menjangkau area kebakaran lahan gambut maupun hutan yang lebih luas dan sulit dijangkau.
 

Terjunkan Tim Alpha dan Kajian Material Kimia

Tidak hanya berfokus pada inovasi tepung ubi, Presiden Prabowo juga mengambil langkah taktis militer untuk mempercepat penanganan karhutla di Sumatera Selatan. Dalam rapat tersebut, ia meminta Panglima TNI, Jenderal TNI Agus Subianto, untuk menerjunkan pasukan elit Tim Alpha (Detasemen 81 Kopassus).
 
Penurunan Tim Alpha bukan tanpa alasan. Pasukan khusus ini akan ditugaskan untuk menguji keandalan dan taktik lapangan mereka dalam menangani karhutla di wilayah yang memiliki karakteristik lahan gambut yang kompleks.
 
Selain itu, Kepala Negara menyadari bahwa karhutla membutuhkan pendekatan multi-disiplin. Oleh karena itu, Presiden juga memberikan mandat khusus kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
 
Kedua lembaga ini diminta untuk segera mengkaji dan meracik material maupun bahan kimia khusus (fire retardant) yang dinilai lebih ampuh, ramah lingkungan, dan mampu melokalisasi serta memadamkan titik api di kedalaman lahan gambut.

📰 Update Terbaru