Perang Melawan Karhutla Butuh Efisiensi
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menegaskan bahwa penanganan karhutla di tahun 2026 ini harus dianggap sebagai "perang" melawan perusakan lingkungan. Oleh karena itu, ia menuntut adanya efisiensi di setiap tahap operasional, mulai dari pencegahan, deteksi dini, hingga pemadaman.
"Berbagai dukungan dan metode penanganan karhutla terus dievaluasi. Kita tidak bisa lagi memakai cara lama. Kita butuh kecepatan, ketepatan, dan teknologi yang efektif agar kerugian negara dan kerusakan lingkungan dapat ditekan seminimal mungkin," tegas Prabowo.
Kombinasi antara kearifan lokal (tepung ubi), kekuatan elit militer (Tim Alpha), serta dukungan sains modern (BRIN dan material kimia) diharapkan menjadi formula jitu yang akan membuat Indonesia bebas dari mimpi buruk kabut asap di musim kemarau tahun ini.