Barang Bukti dan Latar Belakang Pendidikan Tersangka
Dari dalam kamar kos yang menjadi TKP, polisi menyita sejumlah barang bukti yang mengindikasikan adanya proses persalinan yang dilakukan secara diam-diam dan tidak standar. Barang bukti tersebut meliputi:
- 1 buah seprai bernoda darah.
- 1 buah karpet bulu berwarna merah yang diduga digunakan sebagai alas melahirkan.
- 1 kotak gunting bedah.
Fakta mengejutkan terungkap dari asal-usul gunting bedah tersebut. ALSU rupanya adalah mahasiswi jurusan Vokasi Paramedik Veteriner. Keahlian dan aksesnya terhadap alat medis inilah yang ia gunakan untuk memotong tali pusar bayinya sendiri.
Pengakuan Menyayat Hati: Hamil Singkat dan Pacar yang Tak Bertanggung Jawab
Dalam video pengakuan yang diunggah melalui akun Instagram resmi Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfie Sulistiawan (@luthfie.daily), ALSU dengan suara bergetar menceritakan awal mula malapetaka yang menimpanya.
Ia mengakui bahwa bayi tersebut adalah hasil hubungan di luar nikah. Namun, hubungan asmara tersebut terbilang sangat singkat dan kandas sebelum sempat memberikan kepastian.
"Sudah nggak komunikasi sejak bulan Juni. Baru sebulan (pacaran)," ungkap ALSU dalam video tersebut.
ALSU mengaku sudah tidak memiliki keinginan untuk bertemu dengan pria yang menghamilinya. Alasan utamanya adalah kekecewaan. Saat ALSU membutuhkan kepastian dan tanggung jawab atas kehamilan yang tidak direncanakan tersebut, sang pacar justru memilih bungkam dan tidak komunikatif.
"Udah nggak pengin ketemu lagi. Ngomong tentang tanggung jawab gitu nggak komunikatif gitu," tambahnya.
Melahirkan Sendiri di Siang Bolong
ALSU menceritakan bahwa ia mengalami proses persalinan seorang diri di kamar kosnya pada sekitar pukul 14.00 WIB siang. Tidak ada bantuan bidan, tidak ada keluarga, hanya ada rasa takut dan panik yang mencekam.
Setelah bayi lahir, ALSU yang masih dalam kondisi fisik yang lemah langsung mandi dan memotong tali pusar bayinya menggunakan gunting bedah miliknya. Plasenta atau ari-ari bayi kemudian ia masukkan ke dalam kantong kresek.
Lantas, mengapa ia membiarkan bayinya tergeletak telanjang di lantai tanpa alas yang layak?
"Di sini saya ngekos, orang tua di Jawa Tengah," jawab ALSU lirih ketika ditanya alasannya.
Rasa takut yang luar biasa untuk mengecewakan orang tuanya yang tinggal di Jawa Tengah, ditambah dengan stigma sosial yang mengerikan вокруг kehamilan di luar nikah, seolah menutup akal sehatnya. Ia memilih menyembunyikan kehamilannya hingga detik terakhir, yang berujung pada keputusan fatal.