unique visitors counter
⌂ Beranda News Dua Pencuri Motor Incar Jemaah Subuh di Ciledug, Hasil Curian Dijual ke Karawang
News

Dua Pencuri Motor Incar Jemaah Subuh di Ciledug, Hasil Curian Dijual ke Karawang

Dua Pencuri Motor Incar Jemaah Subuh di Ciledug, Hasil Curian Dijual ke Karawang
A A Ukuran Teks16px

Unit Reskrim Polsek Ciledug membekuk dua spesialis pencurian kendaraan bermotor yang kerap menyasar kendaraan jemaah masjid saat salat subuh.

Kedua pelaku berinisial MF (33) dan CW (48) ditangkap setelah aksi terakhir mereka terekam kamera CCTV.

>>> Banjir Bandang di Nepal Tewaskan 8 Orang, Rusak Jalan dan Proyek Listrik

Dari hasil pemeriksaan, aksi kejahatan ini telah berlangsung selama satu tahun di berbagai wilayah Tangerang hingga Jakarta Barat.

Kapolsek Ciledug, Kompol Susida Aswita, mengungkapkan bahwa kedua tersangka memiliki pembagian peran yang rapi saat beraksi.

"MF berperan sebagai joki sekaligus mengawasi situasi di luar, sedangkan CW bertindak sebagai eksekutor atau pemetik motor," ujar Susida kepada Pos Kota, Rabu, 26 Agustus 2026.

Penangkapan berawal dari analisis CCTV dan patroli penyelidikan. Petugas mencurigai gerak-gerik kedua pelaku yang membuntuti jemaah hingga ke kawasan Larangan, Kota Tangerang.

>>> Roy Suryo Kembali Ajukan Praperadilan Kelima, Polda Metro Siap Hadapi

Tak ingin kehilangan jejak, petugas langsung menyergap kedua pelaku di lokasi.

Dari tangan tersangka, polisi menyita satu unit sepeda motor operasional beserta alat kejahatan seperti mata kunci T, magnet pemutar kunci, dan kunci kontak cadangan.

"Petugas melakukan pembuntutan hingga pelaku masuk area Larangan. Namun, saat itu mereka batal beraksi karena jemaah sudah membubarkan diri dari parkiran," jelas Susida.

Incar Waktu Subuh, Dijual Murah ke Karawang

Kepada penyidik, para pelaku mengaku selalu memilih jam-jam rawan, yakni pukul 02.00 hingga 07.00 WIB, dengan target utama parkiran masjid saat jemaah sedang beribadah.

>>> Profil Abah Didi: Asal dan Usia Konten Kreator yang Viral Isu Skandal Gay

Hasil curian kemudian dijual dengan harga murah ke wilayah Karawang. Dari setiap aksi, mereka meraup hingga Rp3 juta.

📰 Update Terbaru