Delapan warga Korea Selatan dilaporkan hilang dan sepuluh lainnya terjebak akibat banjir besar di Nepal, menurut Kementerian Luar Negeri Seoul pada Rabu.
Delapan orang yang hilang adalah karyawan Korea South-East Power dan perusahaan konstruksi Doosan Enerbility, yang sedang bekerja pada pembangunan pembangkit listrik tenaga air di distrik Rasuwa, Nepal.
>>> China Minta Warganya Segera Tinggalkan Eswatini, Negara Sekutu Taiwan
Sepuluh warga Korea lainnya yang berafiliasi dengan Doosan Enerbility juga terjebak di area tersebut dan menunggu evakuasi.
Pemerintah Nepal telah mengirim helikopter untuk mengevakuasi mereka, demikian pernyataan kementerian.
Kedutaan Besar Korea di Nepal memberi tahu pemerintah Nepal setelah mengetahui delapan warga Korea tidak ditemukan dan meminta operasi pencarian dan penyelamatan segera.
Setelah mendapat laporan, Presiden Lee Jae Myung memerintahkan pihak berwenang untuk 'mengerahkan semua sumber daya yang tersedia' untuk operasi pencarian dan penyelamatan darurat, kata juru bicara kepresidenan senior Kang Yu-jung.
Banjir bandang besar terjadi di dekat perbatasan Nepal-Tibet, menewaskan 19 orang dan menyebabkan ratusan orang hilang, serta kerusakan luas pada desa dan infrastruktur, menurut laporan media asing.
>>> Polri Siap Kawal Demo 27 Agustus, Imbau Massa Jaga Ketertiban dan Waspada Hoaks
Sebanyak 384 turis, termasuk 291 warga asing, dilaporkan hilang, kata pejabat. Dari jumlah tersebut, 105 di antaranya adalah warga negara India.
Upaya Penyelamatan dan Dampak Banjir
Banjir bandang ini juga merusak jalan dan infrastruktur listrik di distrik Rasuwa, menyulitkan akses tim penyelamat.
Pemerintah Nepal telah mengerahkan helikopter untuk mengevakuasi warga Korea yang terjebak, sementara tim SAR terus berupaya mencari delapan orang yang hilang.
Selain korban dari Korea Selatan, bencana ini menimbulkan korban luas di kalangan warga lokal dan wisatawan asing.
Sebanyak 384 turis, termasuk 291 warga asing, dilaporkan hilang, dengan 105 di antaranya merupakan warga negara India.
>>> Operasional KRL dan Transjakarta Saat Demo DPR 27 Agustus 2026, Ini Update Terbaru
Pemerintah setempat masih melakukan pendataan dan operasi pencarian untuk memastikan keselamatan seluruh korban.