unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Siapa Guru SMAN 1 Mempawah yang Bertanya 'Siapa yang Mendatangkan Banjir?' Benarkah Mengajar Biologi?
News

Siapa Guru SMAN 1 Mempawah yang Bertanya 'Siapa yang Mendatangkan Banjir?' Benarkah Mengajar Biologi?

Siapa Guru SMAN 1 Mempawah yang Bertanya 'Siapa yang Mendatangkan Banjir?' Benarkah Mengajar Biologi?
Endang • Instagram
A A Ukuran Teks16px

Siapa Guru SMAN 1 Mempawah yang Bertanya 'Siapa yang Mendatangkan Banjir?' Benarkah Mengajar Biologi? Banjir Menjadi Sorotan, Kelalaian SMAN 1 Mempawah Jadi Perdebatan Panas

Baru-baru ini, terjadi peristiwa yang menghebohkan di SMAN 1 Mempawah, Kalimantan Barat, terkait kelalaian yang merugikan sejumlah siswa. Salah satu kejadian yang memicu perdebatan adalah sebuah komentar kontroversial yang terlontar dari seorang guru di sekolah tersebut. Kasus ini menjadi perhatian publik setelah sekitar 115 siswa melakukan unjuk rasa untuk mengungkapkan kekecewaan mereka terhadap kelalaian pihak sekolah yang berujung pada ketidakmampuan beberapa siswa untuk mendaftar di program SNBP (Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi).
Kelemahan Dalam Penginputan Data PPDS

Kasus ini bermula dari ketidakmampuan pihak SMAN 1 Mempawah dalam menginput data PPDS (Pendaftaran Peserta Didik Sekolah) yang berakibat pada sejumlah siswa yang memenuhi syarat untuk mengikuti SNBP 2025, namun gagal mendaftar karena kelalaian tersebut. Kejadian ini membuat para siswa merasa dirugikan dan merasa harus mengambil tindakan.

Mereka pun melancarkan aksi unjuk rasa di depan sekolah untuk menyuarakan kekecewaan mereka terhadap pihak sekolah, yang menurut mereka tidak bertanggung jawab atas kelalaian tersebut. Dalam aksi tersebut, para siswa meminta agar pihak sekolah memberikan penjelasan mengenai alasan ketidakmampuan mereka untuk mendaftar ke dalam sistem.
Klarifikasi Dari Wakil Kepala Sekolah

Menanggapi hal tersebut, Wakil Kepala Sekolah SMAN 1 Mempawah, Febrini, segera memberikan klarifikasi melalui sebuah video yang diunggah di media sosial. Dalam video tersebut, Febrini meminta maaf kepada para siswa yang terdampak dan mengakui bahwa kelalaian ini adalah kesalahan pihak sekolah. Dia menjelaskan bahwa masalah tersebut terjadi karena kesalahan dalam penginputan data yang seharusnya dilakukan lebih hati-hati.

"Saya secara pribadi meminta maaf kepada semua siswa yang terpengaruh oleh kejadian ini. Kami mengakui kesalahan kami dan berkomitmen untuk bertanggung jawab," ujar Febrini dalam klarifikasinya.

Febrini juga menambahkan bahwa sekolah akan memberikan bimbingan belajar (bimbel) gratis kepada para siswa yang gagal mendaftar SNBP, sebagai upaya untuk membantu mereka mempersiapkan ujian yang akan datang. Selain itu, pihak sekolah berencana untuk berkoordinasi dengan panitia PPDS untuk memastikan agar data siswa dapat segera diinput dengan benar, sehingga siswa yang berhak mendapatkan kesempatan untuk mengikuti seleksi perguruan tinggi.
Kontroversi Komentar Seorang Guru

Namun, klarifikasi dari Wakil Kepala Sekolah ini tidak sepenuhnya meredakan gejolak yang terjadi. Sejumlah netizen di media sosial justru menyoroti komentar yang dilontarkan oleh seorang guru di sekolah tersebut yang menjadi viral. Dalam sebuah kesempatan, seorang guru di SMAN 1 Mempawah menyatakan, "Siapa yang mendatangkan banjir?" yang dianggap sebagai reaksi yang tidak tepat terhadap masalah yang terjadi.

Komentar tersebut sontak menuai pro dan kontra di dunia maya. Beberapa orang menganggap bahwa ucapan itu mengabaikan masalah serius yang sedang dihadapi oleh para siswa, sementara yang lain berpendapat bahwa guru tersebut mungkin hanya berusaha mengalihkan perhatian dari ketegangan yang ada.
Identitas Guru yang Menjadi Sorotan

Penasaran dengan siapa guru yang mengeluarkan komentar tersebut, sejumlah netizen kemudian mulai mencari tahu lebih dalam. Di sebuah unggahan di TikTok oleh akun @erhadi3, terungkap bahwa guru yang dimaksud adalah seorang pengajar mata pelajaran Biologi. Salah seorang netizen, dengan akun @ch, berkomentar bahwa guru tersebut seharusnya tidak terlibat dalam urusan PPDS atau SNBP.

"Beliau guru biologi, DAN BELIAU NDA ADE URUSAN APE' DI SNBP," kata akun @ch, yang sepertinya merasa bahwa guru tersebut tidak seharusnya memberikan komentar terkait masalah administrasi PPDS yang seharusnya menjadi tanggung jawab pihak lain.

Namun, ada pula netizen lain yang memberikan pandangannya dengan cara lebih bijaksana. Akun @Marsella mencoba untuk memberikan penjelasan bahwa mungkin guru tersebut tidak bermaksud buruk, dan mungkin saja dia hanya berniat untuk meredakan ketegangan yang sedang berlangsung. "Ahh iyaa ngerti, menurutku mungkin beliau tadinya berniat untuk melerai atau menengahi tapi mungkin kalimat beliau blunder alhasil jadi gini," ungkap akun TikTok @Marsella.
Reaksi Publik dan Pelajaran yang Bisa Diambil

Terkait peristiwa ini, banyak pihak yang menyuarakan pendapat mereka di media sosial. Sebagian besar mengkritik kelalaian yang terjadi di SMAN 1 Mempawah, karena dampaknya cukup besar bagi para siswa yang sudah memenuhi syarat untuk mengikuti seleksi perguruan tinggi. Di sisi lain, pernyataan kontroversial dari guru di sekolah tersebut semakin memanaskan suasana, dan membuat publik semakin ingin mengetahui lebih jauh tentang kejadian ini.

Sementara itu, klarifikasi dari Wakil Kepala Sekolah yang meminta maaf dan berkomitmen untuk bertanggung jawab atas kelalaian ini mendapatkan apresiasi dari beberapa pihak, namun banyak yang berharap agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan. Hal ini menjadi pelajaran berharga bagi seluruh pihak yang terlibat, terutama dalam hal pengelolaan administrasi pendidikan yang sangat penting bagi masa depan para siswa.***

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru