Banjir bandang dahsyat yang melanda dekat perbatasan Nepal dengan Tibet pada Rabu lalu diduga dipicu oleh longsoran bagian bawah gletser yang jatuh ke lembah ratusan meter di bawahnya.
Para ahli mengungkapkan hal ini berdasarkan citra satelit dari Planet Labs yang menunjukkan bekas longsoran dan material yang menutupi lereng hijau.
>>> Demo DPR 27 Agustus: Polda Metro Jaya Siapkan Pengalihan Arus
Belum jelas apa yang menyebabkan gletser runtuh, namun pejabat Nepal menyebut gempa bumi di kawasan itu beberapa menit sebelumnya sebagai kemungkinan pemicu.
Otoritas di kedua sisi perbatasan khawatir jumlah korban jiwa akan jauh lebih tinggi dari hampir 100 jenazah yang telah ditemukan.
Pemerintah Nepal menyatakan lebih dari 300 wisatawan masih hilang.
Analisis Citra Satelit
Citra satelit sebelum dan sesudah dari Planet Labs yang ditinjau Reuters menunjukkan lereng gunung hijau yang subur kini terkubur puing-puing coklat dan sedimen.
Vikram Gupta, ahli geologi teknik dari Sikkim University India, mengatakan bagian signifikan dari hidung gletser runtuh dan memicu kejadian ini, kemungkinan termasuk atau membawa sejumlah besar batu dan sedimen.
Dan Shugar, profesor asosiasi di University of Calgary, mengatakan citra menunjukkan sejumlah besar salju mencair dalam 24 jam sebelum bencana.
Beberapa gletser di lembah tertutup salju kemarin dan hari ini sebagian besar es gundul, jadi kemungkinan cuaca hangat, ujarnya.
Shugar juga melihat bagian bawah gletser pecah pada ketinggian sekitar 5.200 meter dan jatuh ke dasar lembah sekitar 1.200 meter di bawahnya.
>>> Polresta Tangerang Amankan Stasiun KRL Jelang Demo 27 Agustus
Ia menambahkan bahwa konstruksi bisa menjadi faktor dan apakah perubahan iklim berperan akan diselidiki dalam waktu dekat.
