unique visitors counter
⌂ Beranda News Tragedi 'Tsunami Daratan' di Perbatasan Nepal-Tibet: 1.300 Orang Hilang, Ratusan Turis Asing Terjebak
News

Tragedi 'Tsunami Daratan' di Perbatasan Nepal-Tibet: 1.300 Orang Hilang, Ratusan Turis Asing Terjebak

Tragedi 'Tsunami Daratan' di Perbatasan Nepal-Tibet: 1.300 Orang Hilang, Ratusan Turis Asing Terjebak
Nepal • Instagram
A A Ukuran Teks16px

Data Korban: Terbagi di Dua Sisi Perbatasan

Badan Penanggulangan Bencana Nepal mencatat, sebanyak 823 orang belum diketahui keberadaannya di wilayah mereka. Angka ini mencakup 579 warga Nepal dan wisatawan asing.
 
Sementara itu, di sisi perbatasan Tibet, media pemerintah China melaporkan bahwa "bencana tanah longsor" di Pelabuhan Gyirong telah menewaskan tiga orang. Namun, angka kehilangannya tak kalah mencengangkan: 558 orang masih dinyatakan hilang, di mana 260 di antaranya adalah warga negara asing.
 
Para tim penyelamat kini menghadapi medan yang sangat berat. Mereka harus mengarungi lautan lumpur dan endapan puing setinggi meteran untuk mencari korban selamat, sementara air banjir yang surut perlahan mengungkap lantai dasar gedung-gedung bertingkat yang sebelumnya terbenam.
 

Respons Cepat Lintas Negara

Menyadari skala bencana yang luar biasa, respons internasional dan pemerintah segera dikerahkan. Presiden China, Xi Jinping, secara langsung mengeluarkan instruksi darurat.
 
"Tugas yang paling mendesak saat ini adalah melakukan segala upaya, tanpa terkecuali, untuk mencari dan menyelamatkan orang-orang yang hilang," tegas Xi Jinping.
 
Pemerintah Tibet dilaporkan telah memobilisasi hampir 800 pekerja darurat. Mereka dilengkapi dengan 150 kendaraan berat, anjing pelacak khusus SAR, serta perahu cepat untuk menyisir area yang tergenang, sebagaimana dilansir kantor berita Xinhua.
 
Di sisi Nepal, Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC) telah mengirimkan bantuan logistik darurat. Mengingat tingginya potensi korban jiwa, pasokan yang dikirimkan tidak hanya berupa selimut dan kotak P3K, tetapi juga tandu dan kantong jenazah untuk proses identifikasi dan evakuasi.

Rute Populer yang Berubah Menjadi Maut

Tragedi ini memberikan pukulan keras bagi sektor pariwisata petualangan di kawasan Himalaya. Jalur yang tertimpa bencana merupakan rute darat yang sangat populer dan menjadi bucket-list bagi wisatawan internasional, terutama mereka yang melakukan perjalanan lintas negara dari Kathmandu (Nepal) menuju Lhasa (Tibet).
 
Keindahan alam yang seharusnya menjadi pengalaman seumur hidup, kini berubah menjadi mimpi buruk akibat perubahan iklim yang memicu pencairan dan runtuhnya gletser di puncak dunia. Tim SAR gabungan masih akan terus menyisir area sepanjang 170 kilometer tersebut selama beberapa hari ke depan, dengan harapan tipis namun terus menyala untuk menemukan para korban yang masih selamat.
 

📰 Update Terbaru