Aksi unjuk rasa di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, berakhir ricuh pada Kamis malam, 27 Agustus 2026.
Kericuhan massa yang memasuki area jalur rel memaksa petugas merekayasa pola operasi Commuter Line.
>>> Kemenag Bantah Isu Nasaruddin Umar Mundur dari Menteri Agama
Layanan Commuter Line arah Rangkasbitung sempat terganggu selama beberapa jam. Manager Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan, menyebut keterlambatan perjalanan mencapai 52 menit.
Sebanyak sepuluh perjalanan Commuter Line Rangkasbitung direkayasa mulai dari Stasiun Palmerah ke Serpong, Parung Panjang, dan Rangkasbitung.
Perjalanan sempat tertahan di Stasiun Tanah Abang dan Palmerah akibat kerumunan massa di Jalur Perlintasan Langsung (JPL) 41.
Permohonan Maaf KAI Commuter
Leza menjelaskan, KAI Commuter sempat mengoperasikan kereta dari dua arah dengan pengawalan ketat petugas serta pembatasan kecepatan demi keselamatan penumpang.
>>> Tol Dalam Kota Kembali Normal, Sepuluh Ruas Sempat Ditutup Akibat Massa Aksi
Perlintasan sempat ditutup kembali setelah penumpukan massa di rel, namun situasi berangsur kondusif setelah massa membubarkan diri.
Aparat kepolisian masih disiagakan di sekitar lokasi untuk memantau keamanan jalur rel. KAI Commuter mengimbau pengguna untuk mengutamakan keselamatan dan mengikuti arahan petugas.
"Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya atas keterlambatan perjalanan Commuter Line Rangkasbitung imbas kejadian ini," ujar Leza.
Pada pukul 22.02 WIB, layanan Commuter Line Rangkasbitung kembali normal dan sudah dapat melayani pengguna.
>>> KRL Rangkasbitung-Tanah Abang Kembali Normal, Simak Info Terbaru
Pengguna jasa diimbau memantau pembaruan informasi operasional melalui aplikasi C-Access, media sosial resmi @commuterline, atau call center 121.