Duo musik elektronik asal Seoul, HYPNOSIS THERAPY, akan menutup musim pertunjukan kontemporer Sync Next di Sejong Center for the Performing Arts.
Mereka membawa misi untuk membuktikan bahwa berkarya di jalur subkultur bisa mendatangkan kekayaan.
>>> Liburan Akhir Tahun ke Pulau Deokjeok: Pantai Tersembunyi dan Jalur Pasang Surut
Rapper Jjangyou dengan percaya diri menyatakan, "Kamu bisa menjadi kaya melalui subkultur." Pernyataan itu menjadi inti dari musik HYPNOSIS THERAPY yang abrasif dan tak takut berlebihan.
Bagi duo yang beranggotakan Jjangyou dan produser Jflow, klaim tersebut bukanlah penolakan terhadap idealisme underground demi komersialisme.
Justru, itu adalah argumen untuk kelangsungan hidup musisi di luar arus utama pop Korea.
Mereka ingin membangun ekosistem di mana musisi underground bisa terus berkarya tanpa tertekan masalah finansial.
"Kami ingin membuktikan bahwa kamu bisa hidup layak, bahkan sukses dan kaya, melalui subkultur," ujar Jjangyou dalam wawancara dengan The Korea Times di Sejong Center.
HYPNOSIS THERAPY akan menutup musim Sync Next dengan dua pertunjukan: "Mushroom House: Techno" pada 4 September dan "Mushroom House: Live" pada 5 September di Sejong S Theater.
Duo ini melihat dua malam tersebut bukan sekadar konser, melainkan platform untuk pesta, pertunjukan langsung, festival, dan pada akhirnya, bagi artis lain.
Dari Bawah Tanah Busan ke Panggung Global
Kedua musisi pertama kali bertemu sebagai remaja di lingkaran hip-hop bawah tanah Busan, jauh sebelum HYPNOSIS THERAPY terbentuk.
Mereka pindah ke Seoul untuk mengejar musik dan kemudian bekerja sama dalam proyek kolektif.
Kemitraan mereka dimulai hampir tidak sengaja pada 2022.
Jjangyou, yang saat itu berada dalam masa transisi kreatif setelah tampil di program kompetisi rap "Show Me the Money," mendekati Jflow untuk belajar membuat beat.