Menurut pengamatan Aban, kelompok yang memicu kerusuhan ini datang dengan wajah yang menipu. "Mereka datang awalnya seperti anak-anak pelajar, namun kemudian disusupi oleh oknum-oknum provokator. Jadilah kita berperang antara pendemo dengan warga. Yang menjadi korban akhirnya adalah warga kita sendiri, bukan pendemo," tambahnya dengan nada kecewa.
Langkah Antisipasi Warga: Mengamankan Kelompok Rentan
Menyadari potensi eskalasi kekerasan yang mengintai, para tokoh masyarakat dan pengurus RT di kawasan Bendungan Hilir telah mengambil langkah antisipatif sejak awal. Sebelum kericuhan benar-benar meletus, warga telah berinisiatif untuk mengamankan kelompok rentan.
Para lansia dan warga yang memiliki balita diungsikan secara darurat ke rumah saudara atau kerabat yang berlokasi jauh dari titik rawan konflik. Langkah evakuasi dini ini terbukti menyelamatkan banyak nyawa dari potensi cedera yang lebih parah.
Sementara itu, Aban bersama puluhan warga lainnya memilih untuk tetap bertahan di posko dan rumah masing-masing, membentuk barikade pertahanan untuk melindungi lingkungan mereka dari serbuan para perusuh. Solidaritas warga dalam situasi genting ini menjadi benteng terakhir yang mencegah jatuhnya korban yang lebih banyak.
>>> Huawei Perlihatkan Mate XT 2 Ungu dengan Desain Lipat U
Tuntutan Penegakan Hukum dan Keadilan
Tragedi yang menimpa Bambang Setiyawan menjadi peringatan keras bagi seluruh pemangku kepentingan, khususnya aparat keamanan, untuk lebih waspada terhadap modus operandi penyusup dalam setiap aksi unjuk rasa. Demonstrasi yang damai harus tetap dilindungi, sementara elemen-elemen kriminal yang memanfaatkan situasi untuk berbuat onar harus ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku.
Hingga berita ini ditayangkan pada Sabtu (29/8/2026), pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan mendalam. Rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian diduga kuat telah mengamankan wajah para pelaku penganiayaan. Masyarakat kini menantikan transparansi proses hukum, agar kematian Bambang Setiyawan tidak berakhir sia-sia, dan keadilan dapat ditegakkan bagi keluarga yang ditinggalkan.
Tragedi Pejompongan Raya ini juga menjadi refleksi penting bagi bangsa: bahwa hak berpendapat harus selalu berjalan beriringan dengan tanggung jawab untuk menjaga keselamatan sesama, dan tidak ada alasan bagi siapapun untuk menjadikan warga sipil yang tidak bersalah sebagai tumbal dari kemarahan yang tidak terkendali.
