Juru bicara Kementerian Luar Negeri Nepal, Lok Bahadur Chhetri, mengatakan Nepal membutuhkan bantuan internasional di bidang khusus, termasuk operasi penyelamatan terowongan, tes DNA, penyimpanan berpendingin untuk jenazah, dan identifikasi forensik.
>>> Komisi V DPR RI Minta Tata Kelola Underpass Bitung Diperbaiki
Para ahli dari India dan China telah bekerja untuk membantu membuka terowongan dan mendukung operasi penyelamatan.
Hari-hari setelah bencana, kerabat yang putus asa berpindah antara rumah sakit, kamar mayat, dan pusat bantuan untuk mencari orang yang mereka cintai.
Otoritas Nepal mulai melakukan pemakaman massal terhadap ratusan korban yang tidak teridentifikasi karena jenazah mulai membusuk.
Di distrik Chitwan, yang tidak terkena dampak langsung, jenazah yang hanyut dari wilayah Rasuwa terbawa ke Sungai Narayani.
Otoritas memotret jenazah, mengambil sampel DNA, dan mencatat detail identifikasi dengan harapan keluarga dapat mengidentifikasi kerabat setelah dimakamkan.
Petugas polisi Anil Thapa mengatakan lebih dari separuh jenazah yang ditemukan tidak dapat dikenali. Banyak yang wajahnya hilang, hanya tersisa tangan atau kaki, atau bagian tubuh lainnya.
Setelah mengubur lebih dari 100 jenazah tak dikenal pada Sabtu, otoritas menggali kuburan tambahan pada Minggu untuk ratusan jenazah lainnya.
Banjir ini disebabkan oleh ketidakstabilan gletser akibat efek jangka panjang pemanasan global, menurut CCTV. Ini adalah fitur baru yang menonjol dari bencana kriosfer di Dataran Tinggi Tibet.
Longsor dari sisi Nepal membutuhkan waktu enam hingga tujuh menit untuk mencapai perbatasan Gyirong, menurut CCTV, mengutip temuan ilmuwan China.
Rekaman pengawasan dramatis menunjukkan aliran air dan puing menelan bangunan saat orang berusaha melarikan diri.
China telah mengerahkan lebih dari 2.100 pekerja penyelamat dan mengalokasikan setidaknya 220 juta yuan (sekitar $32,7 juta) untuk mendukung upaya bantuan.
>>> Pesan Tertulis Khamenei untuk Penguasa Teluk: Bersatu Lawan Musuh Sebenarnya
Mereka juga menjatuhkan peralatan dan perlengkapan dari udara untuk penyelamat di garis depan, sementara tentara menggunakan alat pendeteksi kehidupan untuk mencari orang hilang.