Poco M8 Power membawa filosofi berbeda: alih-alih mengejar skor benchmark, ponsel ini mengedepankan baterai 8.000 mAh sebagai daya tarik utama.
Dengan baterai sebesar itu, Poco M8 Power menjadi salah satu ponsel dengan kapasitas baterai terbesar di kelasnya.
>>> Lenovo Legion Y700 Infinite Resmi Tersedia di Giztop, Tablet Gaming OLED 165Hz
Selain baterai besar, ponsel ini juga menawarkan layar AMOLED 6,99 inci dan komitmen pembaruan software yang panjang.
Desain dan Layar
Varian Blaze Orange yang kami uji tampil mencolok dengan pulau kamera besar, meski desain keseluruhan tetap sederhana.
Bodi belakang dan frame terbuat dari plastik, tetapi tidak terasa murah. Finishing matte juga efektif mengurangi sidik jari.
Dengan ketebalan 8,45 mm dan bobot 225 gram, ponsel ini terasa berat, terutama saat digunakan satu tangan dalam waktu lama.
Layar AMOLED 6,99 inci FHD+ dengan refresh rate 120Hz menjadi salah satu keunggulan utama Poco M8 Power.
Panel ini mampu mencapai kecerahan puncak 1.800 nits, sehingga visibilitas di luar ruangan tetap baik.
Sayangnya, tidak ada dukungan HDR, dan chipset membatasi pemutaran video di bawah 4K.
Namun, sertifikasi Widevine L1 memungkinkan layanan streaming seperti Netflix dan Prime Video diputar dalam Full HD.
Performa dan Baterai
Snapdragon 4 Gen 4 adalah chipset entry-level yang cukup untuk aktivitas sehari-hari seperti media sosial dan browsing.
>>> One UI 9 Beta untuk Galaxy A35 dan A56 Terdeteksi di Server Samsung
Namun, saat digunakan untuk tugas berat, ponsel ini mulai menunjukkan keterbatasannya. Game ringan berjalan mulus, tetapi game berat seperti Genshin Impact di luar kenyamanan.
Sistem pendingin graphite 10.416 mm² bekerja baik, menjaga suhu tetap terkendali saat digunakan dalam waktu lama.
