unique visitors counter
⌂ Beranda Hiburan Bisakah Manusia Jatuh Cinta pada AI? Acara Kencan Korea Ini Mencari Jawabannya
Hiburan

Bisakah Manusia Jatuh Cinta pada AI? Acara Kencan Korea Ini Mencari Jawabannya

Bisakah Manusia Jatuh Cinta pada AI? Acara Kencan Korea Ini Mencari Jawabannya
Bisakah Manusia Jatuh Cinta pada AI? Acara Kencan Korea Ini Mencari Jawabannya
A A Ukuran Teks16px

Seiring percakapan berlanjut, mereka perlahan membuka diri kepada pasangan AI mereka.

Perubahan ini mengingatkan pada film Hollywood 'Her' yang dirilis di Korea pada 2014, di mana sang protagonis jatuh cinta dengan sistem operasi AI.

Saat itu, romansa dengan AI tampak hanya ada dalam fiksi ilmiah. Kini, 12 tahun kemudian, 'My AI Partner — Strange Love' membawa ide sinematik itu ke acara realitas.

>>> Minati Atmanegara Cerita Operasi Tulang Panggul Akibat Cedera Syuting

Di dunia nyata, AI telah masuk ke kehidupan manusia, mendengarkan cerita keseharian dan mengurangi kesepian.

Menurut survei yang dirilis oleh platform rekrutmen, 70 persen pengguna Gen Z dari AI generatif mengaku pernah menceritakan kekhawatiran atau perasaan pribadi mereka kepada AI.

Teman menjadi pilihan pertama paling umum sebagai tempat curhat ketika responden memiliki masalah, yaitu 31 persen, diikuti oleh AI generatif sebesar 26 persen.

Semakin banyak orang yang lelah dengan hubungan interpersonal, berkomunikasi dengan AI menawarkan cara untuk mengurangi usaha yang diperlukan.

Hubungan dengan orang lain membutuhkan waktu, pertimbangan, dan tanggung jawab, sedangkan AI dapat dirancang untuk menyesuaikan responsnya dengan pengguna dan meminimalkan momen yang tidak nyaman.

Namun, pertanyaan tetap ada apakah hubungan semacam itu sehat.

Semakin terbiasa orang dengan hubungan yang tidak membutuhkan banyak pikiran atau usaha, semakin kurang siap mereka untuk menghadapi hubungan manusia yang nyata, yang melibatkan konflik dan kompromi.

AI dapat menyesuaikan gaya percakapannya dengan kebutuhan pengguna, tetapi hubungan di dunia nyata tidak selalu berjalan sesuai keinginan kita.

Menerima ketidaknyamanan dan mengatasi perbedaan juga penting untuk mempertahankan hubungan. 'My AI Partner — Strange Love' mengilustrasikan kesenjangan ini.

Meskipun peserta dapat berbagi kekhawatiran dan menemukan kenyamanan dalam percakapan dengan AI, ada batasan yang jelas dalam menyampaikan dan membaca emosi melalui isyarat nonverbal dengan pasangan di layar.

Kritikus budaya pop Kim Hern-sik mengatakan, 'Ada pandangan bahwa AI dapat membantu mengatasi isolasi dan kesepian yang dialami orang saat ini.

Tetapi pandemi COVID-19 telah membawa kesadaran yang lebih besar akan nilai interaksi tatap muka.

>>> Deretan Film Korea Siap Ramaikan Bioskop September Usai Kejayaan 'The Odyssey' dan 'Spider-Man

Demikian pula, saat kita mengandalkan AI, makna menjadi manusia dan pentingnya kehadiran manusia menjadi semakin signifikan.'

📰 Update Terbaru