unique visitors counter
⌂ Beranda Hiburan Bisakah Manusia Jatuh Cinta pada AI? Acara Kencan Korea Ini Mencari Jawabannya
Hiburan

Bisakah Manusia Jatuh Cinta pada AI? Acara Kencan Korea Ini Mencari Jawabannya

Bisakah Manusia Jatuh Cinta pada AI? Acara Kencan Korea Ini Mencari Jawabannya
Bisakah Manusia Jatuh Cinta pada AI? Acara Kencan Korea Ini Mencari Jawabannya
A A Ukuran Teks16px

Kecerdasan buatan (AI) telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, membantu mengatur informasi dan menangani tugas-tugas membosankan.

Kini, sebuah eksperimen mencoba melangkah lebih jauh dengan mengeksplorasi apakah AI bisa menjadi pasangan romantis.

>>> Sophia Laforteza Batal Ikut Tur KATSEYE di Eropa, Fokus Pulihkan Kesehatan Mental

Acara SBS berjudul 'My AI Partner — Strange Love' mengajukan pertanyaan apakah manusia bisa jatuh cinta ketika tidak ada orang lain dan tidak ada kehadiran fisik di ujung sana.

Acara ini mengikuti para selebritas yang berkencan dengan 'pasangan' AI untuk mengeksplorasi apakah koneksi emosional mungkin terjadi.

Lebih dari sekadar menguji apakah orang bisa menjalin hubungan dengan AI, acara ini juga meneliti apakah hubungan tersebut dapat membangkitkan perasaan yang sama seperti yang muncul di antara manusia.

Selain itu, acara ini juga mempertanyakan sejauh mana peran AI dapat berkembang seiring teknologi yang semakin merasuk ke berbagai aspek kehidupan.

Episode pertama dimulai dengan anggota cast Jang Do-yeon dan Kian84 yang bertemu dengan pasangan AI mereka untuk pertama kalinya.

Pada awalnya, kecanggungan mereka terlihat jelas saat berbicara dengan AI di tablet. Percakapan kadang melenceng karena AI terlalu pasif atau gagal memahami konteks.

Bahkan kata-kata mesra yang diucapkan AI terasa seperti produk dari data pelatihan dan algoritma, sehingga sulit untuk terlibat secara emosional.

Namun, segalanya mulai berubah di episode kedua ketika para cast mulai melewati kecanggungan awal dan semakin tenggelam dalam percakapan dengan AI.

Kadang-kadang, mereka terkejut dengan respons AI.

Tak lama kemudian, mereka mulai berbagi kekhawatiran yang selama ini mereka sembunyikan dari orang lain dan menemukan kenyamanan dalam dorongan semangat dari mesin.

📰 Update Terbaru