Ini mencakup perlindungan proyek konektivitas penting di sepanjang perbatasan barat China dan kawasan yang lebih luas.
Keamanan regional diperkirakan menjadi sorotan utama dalam agenda Bishkek, dengan isu Afghanistan, berbagi intelijen, dan kerja sama kontraterorisme menjadi perhatian utama.
Potensi ketidakstabilan yang meluas dari Afghanistan menambah bobot diskusi.
Infrastruktur menjadi fokus sentral SCO, terutama jalur kereta api China-Kirgistan-Uzbekistan yang kini tengah dibangun setelah dua dekade negosiasi.
Jalur ini akan menjadi arteri perdagangan penting yang menghubungkan China dengan Asia Tengah, Timur Tengah, dan Eropa.
Li memperingatkan keamanan tetap menjadi tantangan besar bagi jalur kereta api karena melewati medan sulit dan terowongan panjang yang rentan terhadap serangan teror.
"Melindungi 'jalur kehidupan baja' ini sangat penting karena dianggap sebagai gerbang China ke Asia Tengah dan Teluk Persia," katanya.
Proyek ini merupakan bagian dari upaya lebih luas untuk mengembangkan rute alternatif seperti 'Koridor Tengah' yang menghubungkan Asia Tengah dan Laut Kaspia ke Kaukasus Selatan, Turki, dan Eropa.
Rute potensial melalui Iran masih dalam tahap perencanaan karena sanksi dan ketidakstabilan regional.
Zhu menekankan proyek-proyek ini didorong oleh permintaan negara-negara Asia Tengah dan lainnya, bukan hanya strategi China.
"Negara-negara Asia Tengah, Asia Selatan, dan Iran semua mencari hubungan yang lebih kuat, membuat konektivitas menjadi tak terhindarkan," ujarnya.
Energi dan ketahanan pangan juga menjadi perhatian keamanan non-tradisional yang penting bagi SCO.
Gangguan bahan bakar terkait perang Rusia di Ukraina dan dampak perubahan iklim pada panen menjadi sorotan. Konflik Iran dengan AS juga akan dipantau ketat mengingat pentingnya Selat Hormuz.