"Masing-masing pihak, baik Anthony maupun Audi, tetap memberikan kasih sayangnya secara penuh. Anak adalah prioritas yang tidak bisa ditawar," ujar Rendi.
Mengenai pembagian waktu atau jadwal pengasuhan, Rendi menyebut bahwa hal tersebut akan diatur secara internal dan fleksibel oleh Anthony dan Audi sendiri. Mereka memilih untuk tidak mempublikasikan detail jadwal tersebut demi menghindari tekanan eksternal dan spekulasi yang tidak perlu.
"Untuk pembagian jadwal, itu nanti akan menjadi urusan internal mereka. Hanya saja, bisa dipastikan bahwa komunikasi antara keduanya tetap terjaga dengan sangat baik demi kepentingan terbaik bagi anak (the best interest of the child)," tambah Rendi.
>>> Vonis Bersalah untuk Duane Davis dalam Kasus Tupac Shakur
Refleksi: Mewarnai Ulang Makna Perceraian Selebriti
Kasus Anthony Xie dan Audi Marissa ini memberikan perspektif baru bagi masyarakat mengenai bagaimana sebuah perceraian seharusnya dikelola. Alih-alih saling serang di ruang publik atau memanfaatkan media untuk perang narasi, keduanya memilih jalan sunyi yang penuh penghormatan.
Keputusan untuk berpisah baik-baik dan menjaga komunikasi demi anak adalah bukti nyata bahwa cinta seorang ayah dan ibu tidak berakhir hanya karena status pernikahan mereka berubah. Publik pun diharapkan dapat memberikan ruang dan dukungan moral, alih-alih menghujani mereka dengan komentar yang berpotensi menambah beban psikologis.
Sidang mediasi pada 3 September 2026 nanti akan menjadi penentu awal bagaimana proses ini akan bergulir. Namun, dengan fondasi kesepakatan baik yang telah mereka bangun, harapan untuk sebuah resolusi yang damai dan bermartabat terbuka sangat lebar.
Kita doakan yang terbaik untuk Anthony Xie, Audi Marissa, dan tentu saja, buah hati mereka, agar dapat melewati masa transisi ini dengan penuh ketenangan dan kasih sayang.