Performa Gaming: Mengandalkan chipset Helio G100 Ultimate, ponsel ini jelas bukan untuk memaksakan grafis Ultra. Namun, untuk game kompetitif ringan hingga menengah seperti Free Fire, PUBG Mobile, atau Mobile Legends, chipset ini sudah lebih dari cukup untuk menjaga touch response tetap responsif. Layar IPS LCD 120Hz-nya mungkin tidak sehitam AMOLED, tapi refresh rate-nya cukup untuk membuat aim terasa lebih halus.
Nilai Tambah & Kompromi: Baterai 6.000mAh adalah fitur "mahal" yang ditawarkan Infinix. Anda bisa bermain seharian penuh di kampus atau kosan tanpa perlu panik mencari powerbank. Namun, komprominya jelas: layar masih beresolusi HD+ dan material bodi terasa lebih banyak unsur plastiknya dibanding kelas di atasnya.
- Spesifikasi Kunci: Helio G100 Ultimate, RAM 8GB, IPS LCD 120Hz, Baterai 6.000mAh.
- Kisaran Harga: Rp2,2 Juta - Rp2,8 Juta.
3. TECNO Pova 7 5G: Futuristik, Ngebut, dan Penuh Kejutan
Cocok untuk: Gamers yang suka desain unik, kecepatan, dan fitur flagship di harga miring.
TECNO Pova 7 5G membawa konsep desain "Cyberpunk" ke dalam genggaman Anda. Ponsel ini menawarkan sesuatu yang sangat langka dan nyaris mustahil di kelas harganya pada tahun-tahun sebelumnya: Wireless Charging 30W. Fitur yang biasanya hanya ada di HP harga 8 jutaan ke atas, kini hadir di HP gaming murah.
Keunggulan Kompetitif: Dengan otak Dimensity 7300 Ultimate fabrikasi 4nm, efisiensi daya dan performa ponsel ini sangat impresif dan minim throttling. Layar IPS 144Hz-nya adalah surga bagi pemain game FPS kompetitif seperti Call of Duty Mobile atau Valorant Mobile, memberikan keunggulan responsivitas dibanding lawan yang masih menggunakan layar 60Hz atau 90Hz.
Catatan Kritis: Panel IPS LCD adalah trade-off (kompromi) untuk mendapatkan refresh rate tinggi dan harga murah. Kontras warna dan kedalaman hitam tidak akan se-vivid AMOLED. Selain itu, ketiadaan OIS pada kamera membuat ponsel ini kurang cocok bagi Anda yang hobi fotografi low-light. Fokus utama TECNO di sini murni untuk performa dan ketahanan baterai.