Komedian asal Korea Selatan, Kim Byung-sun, yang dikenal dengan nama panggung Comico, telah membangun karier unik di Meksiko dengan membawakan stand-up comedy dalam bahasa Spanyol.
Dengan lebih dari satu juta pelanggan YouTube, ia tampil di panggung lokal Meksiko dan menguji materi di acara open mic.
Kim mengaku bahwa bahasa Spanyolnya tidak sempurna, tetapi ia percaya bahwa komunikasi lebih penting daripada tata bahasa yang sempurna.
Perjalanan dari Seoul ke Meksiko
Sebelum dikenal di Meksiko, Kim pernah menjadi guru pendidikan jasmani di Peru selama sekitar dua setengah tahun melalui program KOICA.
Pengalaman di Peru mengubah pandangannya tentang bahasa, dari sekadar materi ujian menjadi alat untuk terhubung dengan orang lain.
Setelah kembali ke Korea, ia bergabung dengan KBS melalui rekrutmen terbuka ke-28 dan mendapatkan pelatihan komedi yang berharga.
Kim kemudian mencoba stand-up di Spanyol, tetapi kesulitan visa membuatnya pindah ke Meksiko, yang menawarkan panggung yang lebih aktif.
Awalnya, lebih dari 90 persen penampilannya di Meksiko tidak berhasil, tetapi kini kondisinya berbalik.
Materi Lintas Budaya
Identitas Koreanya menjadi pusat persona panggungnya, tetapi ia tidak menampilkan citra K-pop yang mulus.
Ia menggunakan gesekan sehari-hari, seperti asumsi orang Meksiko tentang Asia dan stereotip tentang Korea, sebagai bahan lelucon.
Saat kembali ke Korea setahun sekali, ia mengamati negaranya dengan mata orang luar dan mencatat hal-hal yang mungkin dirasakan turis asing.
Kim juga berani membahas topik sensitif seperti stereotip rasial, termasuk insiden gestur rasis saat Piala Dunia tahun ini.
Ia menegaskan bahwa keputusannya bukan untuk misi politik, melainkan karena lucu dan tepat waktu.
Kim tidak menganggap komedi harus selalu menjadi ceramah moral, tetapi harus merespons situasi di ruangan.
Ia mengaku tidak tahu batas sosial karena bukan orang Meksiko, jadi ia harus mencoba dan belajar dari reaksi penonton.
Pengalamannya dipanggil "chino" di Peru mengajarkannya bahwa ketidaktahuan bahasa bisa menimbulkan ketakutan dan prasangka.
Kim menyadari bahwa terkadang ia sendiri yang berprasangka, dan setelah meminta dipanggil "coreano", banyak yang minta maaf.
Ia membedakan antara komentar kasar yang tidak tahu dan niat jahat, dengan melihat konteks dan perasaan di balik kata-kata.
Kim berkata, "Jika saya mengolok-olok Meksiko, itu karena saya suka Meksiko. Itu terlihat."
Bagi Kim, komedi bukan sekadar pekerjaan, melainkan sikap hidup.
Ia sedang menghadapi masalah visa keluarganya, yang membuatnya stres, tetapi ia yakin suatu saat bisa mengubahnya menjadi lelucon.
Kim awalnya berencana tinggal di Meksiko sekitar sepuluh tahun, tetapi sekarang ia ingin menjadi "seseorang yang hidup di Bumi".
Ia berharap dapat terus melakukan stand-up comedy sepanjang hidupnya, karena selalu ada cerita baru tentang penuaan, kegagalan, dan kehidupan.