Komedian asal Korea Selatan, Kim Byung-sun, yang dikenal dengan nama panggung Comico, telah membangun karier unik di Meksiko dengan membawakan stand-up comedy dalam bahasa Spanyol.
Dalam wawancara dengan The Korea Times di Meta Comedy Club, Seoul, Kim mengaku bahwa bahasa Spanyolnya tidak sempurna, tetapi ia mampu menghibur penonton lokal.
Kim mengatakan bahwa orang yang mempelajari bahasa Spanyol mungkin akan menilai kemampuannya kurang, tetapi penonton tidak bisa mengabaikannya karena mereka tidak bisa melakukan apa yang ia lakukan di atas panggung.
Perjalanan dari Seoul ke Meksiko
Sebelum dikenal di Meksiko, Kim tidak pernah menyangka akan menjadi komedian. Saat kecil, ia bahkan takut berbicara di depan umum dan sering gagap.
Setelah lulus SMA, ia mengambil satu tahun tambahan untuk bisa masuk program pendidikan jasmani di Seoul National University.
Pengalaman itu memberinya kepercayaan diri pertama.
Di universitas, ia mulai menikmati berbicara di depan umum dan menyadari bahwa ia bisa membuat orang tertawa.
Setelah gagal masuk Korps Perwira Cadangan, Kim mengikuti program KOICA yang memungkinkannya memenuhi wajib militer di luar negeri.
Ia ditempatkan di Peru sebagai guru olahraga selama dua setengah tahun.
Di Peru, ia harus berkomunikasi dalam bahasa Spanyol meskipun belum lancar. Ia belajar bahasa melalui kebutuhan sehari-hari, bukan dari buku teks.
Pengalaman itu mengubah pandangannya tentang bahasa. Ia menyadari bahwa bahasa adalah alat untuk terhubung dengan orang lain, bukan sekadar ujian.
Sekembalinya ke Korea, Kim berhasil lolos rekrutmen terbuka komedian KBS angkatan ke-28.
Di sana ia mendapatkan pelatihan yang ia butuhkan: sering tampil di depan penonton dan belajar mengendalikan panggung.
Menaklukkan Panggung Meksiko
Kim pertama kali mencoba stand-up bahasa Spanyol di Spanyol, tetapi kesulitan visa membuatnya pindah ke Meksiko. Ia memilih Mexico City karena memiliki budaya pertunjukan yang aktif.
Awalnya, lebih dari 90 persen penampilannya di Meksiko tidak berhasil. Namun, ia terus berlatih dan belajar dari kegagalan.
Kini, situasinya berbalik.
Kim mampu membuat penonton tertawa dengan lelucon yang sering kali berkaitan dengan identitas Koreanya dan kehidupan sehari-hari di Meksiko.
Ia juga memanfaatkan pengalamannya dipanggil 'chino' di Peru untuk memahami prasangka dan pentingnya konteks dalam komunikasi.
Kim percaya bahwa komedi adalah sikap hidup, bukan sekadar pekerjaan. Ia ingin terus melakukan stand-up comedy sepanjang hidupnya.
Meskipun saat ini keluarganya menghadapi masalah visa, Kim yakin bahwa dengan waktu dan jarak, masalah itu bisa menjadi bahan lelucon.