Kerusuhan mematikan terjadi saat jam kunjungan keluarga pada Kamis di sebuah penjara di Sinaloa, negara bagian di barat laut Meksiko yang dilanda kekerasan.
Insiden itu berlangsung pada Kamis pagi di Penjara El Castillo yang berada di kota pelabuhan Mazatlan.
Sekretariat Keamanan Publik Sinaloa menyatakan melalui X bahwa sembilan narapidana dan satu anggota keluarga tewas dalam kejadian tersebut.
Sebanyak 16 narapidana dibawa untuk perawatan medis setelah mengalami luka-luka.
Media lokal melaporkan bahwa para narapidana menggunakan senjata api selama bentrokan.
Pihak berwenang belum mengungkapkan bagaimana kematian itu terjadi.
Aparat Gabungan Masuk, Penjara Dinyatakan Terkendali
Setelah bentrokan, anggota tentara, Garda Nasional, angkatan laut, dan pasukan keamanan negara bagian masuk ke penjara untuk memulihkan ketertiban.
Kabinet keamanan federal Meksiko menyatakan penjara yang menampung 1.800 narapidana itu kini berada dalam kendali.
Menurut para analis, kelebihan kapasitas yang sebagian didorong penggunaan penahanan praperadilan membuat ribuan tahanan mendekam tanpa putusan.
Kondisi itu diperparah kurangnya staf penjara sehingga memicu korupsi dan kekerasan di dalam lembaga pemasyarakatan.
Pada Mei lalu, kerusuhan pecah di sebuah penjara di Culiacan, ibu kota Sinaloa, dan menewaskan tujuh narapidana serta melukai satu orang lainnya.
Meksiko memiliki 276 penjara, terdiri dari 14 lembaga pemasyarakatan federal dan 249 penjara negara bagian.
Populasi penjara mencapai 261.388 orang per Februari menurut data resmi.
Kekerasan meletus di Sinaloa pada September 2024 di tengah perebutan kekuasaan internal antara dua faksi Kartel Sinaloa.
Faksi itu mempertemukan para putra mantan raja narkoba Joaquín "El Chapo" Guzmán yang dikenal sebagai "Los Chapitos" melawan pengikut pemimpin kartel lain yang ditahan, Ismael "El Mayo" Zambada.
Kerusuhan Kamis terjadi saat pemerintah Meksiko menghadapi tekanan dari pemerintahan Trump untuk menindak kartel.
