unique visitors counter
⌂ Beranda › News › IWIP Mulai Ekspor Baterai EV, Prabowo Resmikan 7 Proyek
News

IWIP Mulai Ekspor Baterai EV, Prabowo Resmikan 7 Proyek

Presiden Prabowo Subianto meresmikan ekspor perdana baterai kendaraan listrik di IWIP
IWIP Mulai Ekspor Baterai EV, Prabowo Resmikan 7 Proyek
A A Ukuran Teks16px

Presiden Prabowo Subianto meresmikan ekspor perdana baterai kendaraan listrik dari Kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) di Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, pada Kamis (8/10/2026).

Peresmian ini sekaligus menandai dimulainya komersialisasi empat proyek industri dan pembangunan tujuh proyek baru untuk memperluas hilirisasi mineral.

Empat proyek yang memasuki tahap komersial meliputi Blue Sparking Energy, REPT Battero Indonesia, Pioneer Aluminium Industries, dan XCMG Indonesia Manufacturing.

Sementara itu, tujuh proyek industri tambahan yang mulai dibangun mencakup Guang Ching Nickel Cobalt, Inco Prima Material, Tinxi Material Indonesia, Weda Bay Aluminium, Bintang Karya Aluminium, Flat Solar Energy Indonesia, dan Foton Guangqing Motor Indonesia.

Dalam sambutannya, Prabowo menegaskan pemerintah akan melanjutkan strategi hilirisasi untuk meningkatkan manfaat sumber daya alam bagi perekonomian nasional.

"Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, pada hari ini saya Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meluncurkan ekspor perdana baterai kendaraan listrik dan empat proyek industri yang memasuki tahap komersial yaitu Blue Sparking Energy, REPT Battero Indonesia, Pioneer Aluminium Industries, XCMG Indonesia Manufacturing, serta peletakan batu pertama pembangunan 7 proyek industri di kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park, yaitu Guang Ching Nickel Cobalt, Inco Prima Material, Tinxi Material Indonesia, Weda Bay Aluminium, Bintang Karya Aluminium, Flat Solar Energy Indonesia, Foton Guangqing Motor Indonesia," ujar Prabowo.

Prabowo juga menyoroti besarnya potensi sumber daya alam Indonesia dan menekankan pentingnya pengelolaan kekayaan tersebut agar hasilnya dapat dirasakan masyarakat.

"Kita menyadari bahwa Tuhan Yang Maha Kuasa telah memberi kepada kita anugerah kekayaan alam yang sangat bernilai sangat besar.

Namun, kekayaan alam tersebut harus mampu kita kelola dengan baik sehingga dapat memberi manfaat kesejahteraan dan kemakmuran bagi rakyat dan bangsa kita," ujar Prabowo.

Presiden menilai ekspor perdana baterai kendaraan listrik menjadi langkah penting dalam pelaksanaan hilirisasi. Namun, dalam laporan tersebut tidak disebutkan negara tujuan pengiriman baterai yang diekspor.

"Hari ini, ekspor perdana baterai kendaraan listrik adalah langkah penting. Ini adalah bukti nyata bahwa strategi hilirisasi kita benar dan akan kita teruskan dengan sebaik-baiknya," kata Prabowo.

Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani menjelaskan bahwa kawasan IWIP mulai membangun ekosistem industri baterai kendaraan listrik secara menyeluruh.

Pengembangan tersebut diarahkan untuk memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global, termasuk pada tahap daur ulang baterai.

"Dan tentunya seperti yang Bapak sampaikan, hilirisasi ini ujungnya adalah industrialisasi.

Dan di Morowali ini, dengan proyek-proyek yang baru ini, ini akan menyebabkan kita memiliki seluruh ekosistem baterai kendaraan listrik, sampai dengan daur ulang baterainya," ujar Rosan.

Berdasarkan paparan Rosan, proyek-proyek yang dikembangkan di kawasan IWIP mencakup pabrik baterai berbasis nikel, produksi baterai aluminium elektrolit, alat berat berbasis listrik, serta material baterai untuk kendaraan listrik.

Pengembangan berbagai sektor tersebut menjadi bagian dari perluasan industri pengolahan mineral dan manufaktur di Indonesia.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru