Pasar logam mulia domestik kembali menunjukkan dinamika yang menarik perhatian para investor dan masyarakat umum. Pada Kamis (10/9/2026), harga emas batangan Antam resmi mencatatkan kenaikan sebesar Rp15.000 per gram. Kenaikan ini membawa harga emas Antam ukuran 1 gram ke posisi Rp2.625.000, sebuah sinyal penguatan setelah sehari sebelumnya mengalami koreksi.
Pergerakan harga ini menjadi sorotan utama di kalangan pelaku pasar, mengingat volatilitas harga emas yang cukup fluktuatif dalam sepekan terakhir. Bagi Anda yang sedang memantau peluang investasi atau berencana membeli perhiasan dan emas batangan, pemahaman mendalam mengenai tren harga, komponen pajak, dan strategi buyback menjadi sangat krusial.
Pembalikan Arah Setelah Koreksi Sehari Sebelumnya
Kenaikan harga pada 10 September 2026 ini seolah menjadi "obat penawar" bagi pasar setelah harga emas Antam pada Rabu (9/9/2026) tercatat mengalami penurunan sebesar Rp17.000 per gram, yang saat itu membawa harga ke level Rp2.610.000.
Dengan tambahan Rp15.000 hari ini, harga emas Antam 1 gram secara teknis kembali mendekati posisi resistensi sebelum koreksi terjadi. Secara persentase, kenaikan Rp15.000 ini mewakili penguatan sekitar 0,57 persen dalam satu hari perdagangan. Pergerakan zig-zag seperti ini merupakan hal yang wajar dalam komoditas safe-haven, yang sangat sensitif terhadap sentimen pasar global, nilai tukar rupiah, dan dinamika suku bunga acuan.
Pembaruan harga ini dirilis secara resmi oleh laman Logam Mulia setiap hari pukul 08.30 WIB, menjadi rujukan utama bagi ribuan gerai emas di seluruh Indonesia, termasuk di kota-kota besar seperti Malang, Surabaya, hingga Jakarta.
Daftar Lengkap Harga Emas Antam per 10 September 2026
Kenaikan harga tidak hanya terjadi pada ukuran 1 gram yang paling populer, tetapi juga merambat ke hampir seluruh varian berat emas batangan. Berikut adalah rincian lengkap harga dasar dan harga setelah pemotongan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 0,25 persen untuk pembelian:
|
Berat Emas
|
Harga Dasar (Rp)
|
Harga + PPh 0,25% (Rp)
|
|---|---|---|
|
0,5 gram
|
Rp1.362.500
|
Rp1.365.906
|
|
1 gram
|
Rp2.625.000
|
Rp2.631.563
|
|
2 gram
|
Rp5.190.000
|
Rp5.202.975
|
|
3 gram
|
Rp7.760.000
|
Rp7.779.400
|
|
5 gram
|
Rp12.900.000
|
Rp12.932.250
|
|
10 gram
|
Rp25.745.000
|
Rp25.809.363
|
|
25 gram
|
Rp64.237.000
|
Rp64.397.593
|
|
50 gram
|
Rp128.395.000
|
Rp128.715.988
|
|
100 gram
|
Rp256.712.000
|
Rp257.353.780
|
|
250 gram
|
Rp641.515.000
|
Rp643.118.788
|
|
500 gram
|
Rp1.282.820.000
|
Rp1.286.027.050
|
|
1.000 gram (1 Kg)
|
Rp2.565.600.000
|
Rp2.572.014.000
|
Catatan: Harga dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti pembaruan harian dari Logam Mulia. Harga pada kolom ketiga sudah memperhitungkan PPh pembelian.
Mengapa Perhitungan Pajak dan Buyback Sangat Penting?
Banyak investor pemula yang terjebak dalam ilusi keuntungan karena hanya berfokus pada harga dasar, tanpa memperhitungkan biaya tersembunyi. Saat membeli, konsumen diwajibkan membayar PPh sebesar 0,25 persen dari harga dasar. Sebagai contoh, untuk emas 1 gram, harga dasar Rp2.625.000 akan menjadi Rp2.631.563 setelah pajak.
Namun, tantangan sebenarnya terletak pada saat buyback (jual kembali). Harga buyback selalu lebih rendah dari harga jual untuk menutupi margin operasional dan risiko pasar. Lebih jauh lagi, untuk transaksi buyback dengan nilai total di atas Rp10.000.000, pemerintah mengenakan PPh Pasal 22 sebesar 1,5 persen yang dipotong langsung dari total nilai transaksi.
Selisih antara harga jual (harga beli konsumen) dan harga buyback ini dikenal sebagai spread. Semakin kecil ukuran emas yang dibeli (misalnya 0,5 gram atau 1 gram), semakin lebar persentase spread-nya. Oleh karena itu, emas batangan dengan berat yang lebih besar (seperti 5 gram, 10 gram, atau lebih) umumnya lebih disarankan untuk investasi jangka panjang karena nilai spread-nya lebih efisien.
Analisis Pasar: Emas Tetap Menjadi "Safe Haven" Andalan di 2026
Dari perspektif ekonomi makro, ketahanan harga emas di level Rp2,6 jutaan per gram mencerminkan statusnya yang tak tergoyahkan sebagai aset safe haven (pelindung nilai). Di tengah ketidakpastian ekonomi global, fluktuasi nilai tukar mata uang, dan kekhawatiran inflasi yang masih membayangi berbagai negara, emas tetap menjadi pilihan utama untuk diversifikasi portofolio.
Kenaikan tipis hari ini juga bisa dibaca sebagai sinyal akumulasi oleh investor ritel dan institusi yang melihat koreksi harga di awal pekan sebagai peluang beli (buy on weakness). Permintaan fisik yang stabil di pasar domestik, didukung oleh meningkatnya literasi keuangan masyarakat Indonesia terhadap instrumen investasi logam mulia, turut menopang harga agar tidak terjun bebas.
Tips Cerdas Berinvestasi Emas Antam di Tengah Fluktuasi
Bagi Anda yang berencana masuk ke pasar emas atau ingin menambah portofolio, berikut adalah beberapa strategi yang bisa dipertimbangkan:
- Fokus pada Jangka Panjang: Emas bukan instrumen untuk trading harian atau spekulasi jangka pendek. Keuntungan optimal baru akan terasa jika emas disimpan minimal 3 hingga 5 tahun, memungkinkan harga menutupi spread dan biaya pajak.
- Perhatikan Spread Buyback: Selalu cek harga buyback harian di situs resmi Logam Mulia sebelum memutuskan untuk menjual. Hindari menjual emas dalam kondisi darurat jika harga pasar sedang terkoreksi dalam.
- Pilih Berat yang Tepat: Sesuaikan pembelian dengan anggaran, namun prioritaskan berat yang lebih besar jika memungkinkan untuk meminimalkan dampak biaya per gram dan PPh.
- Simpan Sertifikat dan Kondisi Emas: Pastikan emas batangan disimpan dalam kemasan asli (sealed) beserta sertifikat keasliannya. Emas yang terbuka atau tergores akan mengalami potongan harga yang signifikan saat di-buyback.
Kesimpulan
Kenaikan harga emas Antam sebesar Rp15.000 menjadi Rp2.625.000 per gram pada 10 September 2026 menegaskan bahwa logam mulia ini tetap menjadi komoditas yang tangguh. Meskipun fluktuasi harian adalah hal yang pasti, fondasi nilai emas dalam jangka panjang terus terbukti.
Bagi masyarakat, kunci utama bukanlah sekadar mengejar kenaikan harga harian, melainkan memahami mekanisme pembelian, perpajakan, dan strategi buyback agar setiap keputusan investasi yang diambil benar-benar menguntungkan dan terukur. Pantau terus pembaruan harga setiap pagi, dan jadikan emas sebagai bagian dari strategi keuangan yang sehat dan berkelanjutan.