|
Berat Emas
|
Harga Dasar (Rp)
|
Harga + PPh 0,25% (Rp)
|
|---|---|---|
|
0,5 gram
|
Rp1.362.500
|
Rp1.365.906
|
|
1 gram
|
Rp2.625.000
|
Rp2.631.563
|
|
2 gram
|
Rp5.190.000
|
Rp5.202.975
|
|
3 gram
|
Rp7.760.000
|
Rp7.779.400
|
|
5 gram
|
Rp12.900.000
|
Rp12.932.250
|
|
10 gram
|
Rp25.745.000
|
Rp25.809.363
|
|
25 gram
|
Rp64.237.000
|
Rp64.397.593
|
|
50 gram
|
Rp128.395.000
|
Rp128.715.988
|
|
100 gram
|
Rp256.712.000
|
Rp257.353.780
|
|
250 gram
|
Rp641.515.000
|
Rp643.118.788
|
|
500 gram
|
Rp1.282.820.000
|
Rp1.286.027.050
|
|
1.000 gram (1 Kg)
|
Rp2.565.600.000
|
Rp2.572.014.000
|
Catatan: Harga dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti pembaruan harian dari Logam Mulia. Harga pada kolom ketiga sudah memperhitungkan PPh pembelian.
Mengapa Perhitungan Pajak dan Buyback Sangat Penting?
Banyak investor pemula yang terjebak dalam ilusi keuntungan karena hanya berfokus pada harga dasar, tanpa memperhitungkan biaya tersembunyi. Saat membeli, konsumen diwajibkan membayar PPh sebesar 0,25 persen dari harga dasar. Sebagai contoh, untuk emas 1 gram, harga dasar Rp2.625.000 akan menjadi Rp2.631.563 setelah pajak.
Namun, tantangan sebenarnya terletak pada saat buyback (jual kembali). Harga buyback selalu lebih rendah dari harga jual untuk menutupi margin operasional dan risiko pasar. Lebih jauh lagi, untuk transaksi buyback dengan nilai total di atas Rp10.000.000, pemerintah mengenakan PPh Pasal 22 sebesar 1,5 persen yang dipotong langsung dari total nilai transaksi.
Selisih antara harga jual (harga beli konsumen) dan harga buyback ini dikenal sebagai spread. Semakin kecil ukuran emas yang dibeli (misalnya 0,5 gram atau 1 gram), semakin lebar persentase spread-nya. Oleh karena itu, emas batangan dengan berat yang lebih besar (seperti 5 gram, 10 gram, atau lebih) umumnya lebih disarankan untuk investasi jangka panjang karena nilai spread-nya lebih efisien.