unique visitors counter
⌂ Beranda News BMKG: Abu Vulkanik Anak Krakatau dan Lewotolo Kini Tak Terdeteksi
News

BMKG: Abu Vulkanik Anak Krakatau dan Lewotolo Kini Tak Terdeteksi

Ilustrasi gunung berapi Anak Krakatau saat mengeluarkan abu vulkanik
Tim SAR Indonesia Cari 8 Orang Hilang di Perairan Anak Krakatau
A A Ukuran Teks16px

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau dan Gunung Lewotolo tidak lagi terdeteksi.

Hasil pemantauan citra satelit Himawari-9 itu disampaikan pada Kamis, 10 September 2026.

Kendati paparan abu di Selat Sunda telah sirna, BMKG meminta masyarakat dan pihak penerbangan tidak lengang.

Mereka diminta tetap memperbarui status kebencanaan secara berkala.

Petugas BMKG memaparkan, pemantauan per pukul 07.00 WIB menunjukkan penurunan intensitas abu secara drastis dari beberapa gunung api aktif di tanah air.

"Gunung Anak Krakatau dan Gunung Lewotolo teramati sudah tidak terdeteksi adanya sebaran debu vulkanik," demikian bunyi pernyataan resmi BMKG, Kamis, 10 September 2026.

Dukono dan Ibu Masih Semburkan Abu

Berbeda dengan Anak Krakatau, sebaran material abu vulkanik hingga ketinggian 7.000 kaki masih terdeteksi pada Gunung Dukono dan Gunung Ibu di wilayah Maluku Utara.

Awan abu dari Gunung Dukono meliputi sebagian Kabupaten Halmahera Utara serta perairan barat daya Pulau Morotai.

Sementara itu, abu Gunung Ibu mengarah ke wilayah Halmahera Barat.

Untuk Gunung Semeru di Jawa Timur, BMKG mengabarkan kondisi visual sebaran abunya belum dapat teridentifikasi penuh akibat tertutup awan tebal.

"Masyarakat khususnya di sekitar wilayah terdampak diimbau tetap waspada, tidak panik serta selalu mengikuti panduan resmi dari BMKG, PVMBG, dan Badan Geologi," imbaunya.

📰 Update Terbaru