unique visitors counter
⌂ Beranda Hiburan Dua Mantan BIGBANG Seungri dan T.O.P Tersandung Kasus, Konser Jakarta Batal
Hiburan

Dua Mantan BIGBANG Seungri dan T.O.P Tersandung Kasus, Konser Jakarta Batal

Mantan personel BIGBANG Seungri dan T.O.P
Dua Mantan BIGBANG Seungri dan T.O.P Tersandung Kasus, Konser Jakarta Batal
A A Ukuran Teks16px

Mantan personel BIGBANG, Seungri, menghadapi laporan pidana atas dugaan penganiayaan berat. Kabar ini muncul bersamaan dengan pembatalan konser mantan rekannya di grup yang sama, T.

O. P.

Polres Gangnam Seoul menyatakan telah menerima laporan pidana pada 26 Agustus. Laporan itu meminta penyidikan atas dugaan penganiayaan berat oleh Seungri.

Laporan tersebut menuduh Seungri menganiaya seorang pria berusia 30-an di sebuah restoran di Distrik Gangnam, Seoul selatan. Polisi berencana memeriksa pelapor untuk mendalami tuduhan itu.

Seungri membantah melakukan penganiayaan. Dalam wawancara dengan Ilgan Sports, ia mengaku memang mengangkat botol minuman saat menolak berbagi meja.

Namun, ia menegaskan tidak mengacungkan botol atau melakukan ancaman. Ia juga mengaku bingung dengan perubahan sikap pelapor yang tiba-tiba.

Menurut Seungri, mereka kemudian duduk semeja, berbincang akrab, dan bertukar pesan setelah berpisah. Ia berjanji akan bekerja sama penuh dengan penyidikan untuk mengungkap kebenaran.

Seungri memulai debut bersama BIGBANG pada 2006. Pada 2019, ia terseret kontroversi skandal Burning Sun yang terkait klub malam bernama sama.

Ia didakwa atas sembilan tuduhan, termasuk perjudian rutin, prostitusi, dan penggelapan. Mahkamah Agung menjatuhkan hukuman 18 bulan penjara pada Mei 2022.

Sejak bebas dari Penjara Yeoju, Gyeonggi, pada 9 Februari 2023, keberadaannya hanya diketahui dari penampakan sesekali di dalam dan luar negeri.

Konser T.O.P di Jakarta Batal

Pada hari yang sama, T. O.

P mengumumkan konser yang dijadwalkan 19 September di Jakarta, Indonesia, dibatalkan. Alasan yang disebut adalah kondisi lokal.

Perwakilan T. O.

P menulis di media sosial bahwa artis dan agensi telah berupaya maksimal. Namun, mereka memutuskan pembatalan karena dinilai tidak memungkinkan di bawah kondisi lokal.

📰 Update Terbaru