Peta persaingan pasar smartphone flagship di tahun 2026 kembali memanas. Kali ini, sorotan utama bukan sekadar berasal dari merek yang itu-itu saja, melainkan sebuah duel filosofis yang mempertemukan dua kutub berbeda: flagship killer yang agresif melawan premium flagship yang serba absolut.
Di sudut biru, kita memiliki Infinix Note 60 Ultra, sang penantang yang membawa misi mendemokratisasi teknologi kelas dewa. Di sudut merah, ada Samsung Galaxy S26 Ultra, sang raja bertahan yang mendefinisikan ulang kata "sempurna".
Sekilas, jika Anda hanya membaca lembar spesifikasi di atas kertas, keduanya tampak seperti saudara kembar. Sama-sama mengusung resolusi kamera utama 200MP, sama-sama menyasar pengguna dengan kebutuhan komputasi berat, dan sama-sama hadir dengan balutan desain premium. Namun, realitas di lapangan—terutama ketika Anda melihat label harganya—menyajikan cerita yang sangat berbeda. Infinix dibanderol di kisaran Rp10 jutaan, sementara Samsung menembus angka Rp24 jutaan ke atas.
Lantas, apakah label "Ultra" pada Infinix sudah cukup untuk menyaingi sang raja dari Samsung? Ataukah selisih harga yang fantastis itu sepadan dengan teknologi yang ditawarkan Galaxy S26 Ultra? Mari kita bedah secara mendalam, objektif, dan tuntas.
Filosofi Dua Kutub: Value for Money vs The Ultimate Premium
Sebelum masuk ke ranah spesifikasi teknis, kita perlu memahami posisi dan target pasar dari kedua perangkat ini.
Infinix Note 60 Ultra adalah jawaban cerdas bagi mereka yang menginginkan pengalaman flagship tanpa harus "menjual ginjal". Ponsel ini memprioritaskan tiga hal krusial bagi pengguna modern: baterai badak, layar super mulus, dan kamera telephoto yang biasanya hanya ditemukan di HP seharga belasan juta rupiah. Ini adalah pilihan bagi smart buyer.