Namun, jika Anda membutuhkan komputasi tingkat dewa untuk AI generative atau rendering 3D, Samsung Galaxy S26 Ultra adalah rajanya. Menggunakan Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy dengan clock speed gila-gilaan hingga 4,74 GHz dan GPU Adreno 840, ponsel ini mampu menangani emulator berat, rendering video 8K, hingga multitasking dengan puluhan aplikasi terbuka tanpa drop frame sedikitpun.
Ditambah lagi, opsi RAM hingga 16GB dan penyimpanan UFS 4.1 berkapasitas 1TB membuatnya sangat future-proof untuk lima tahun ke depan.
Kamera 200MP: Kejutan Periskop Tunggal vs Raja Zoom Industri
Kedua ponsel sama-sama mengusung sensor utama 200MP dengan OIS. Namun, konfigurasi kamera pendukungnya menceritakan kisah yang sangat berbeda.
Infinix Note 60 Ultra membawa trio kamera: 200MP (Main) + 50MP (Telefoto Periskop) + 8MP (Ultrawide). Kehadiran lensa periskop 50MP di harga Rp10 jutaan adalah sebuah anomali positif yang mengguncang industri. Ini memberikan kemampuan zoom optik yang jauh lebih baik dibanding seri Note pendahulunya, sangat cukup untuk foto jalanan atau konser.
Sebaliknya, Samsung Galaxy S26 Ultra membawa kuad-kamera yang menjadi standar emas industri: 200MP (Main f/1.4) + 50MP (Ultrawide) + 10MP (Telefoto 3x) + 50MP (Telefoto Periskop 5x). Fleksibilitas focal length dari 3x hingga 5x (bahkan hingga 10x dengan quality loss yang minim berkat AI) membuat S26 Ultra tak tertandingi. Belum lagi kemampuan rekam video 8K 30fps dan 4K 60fps di semua lensa dengan stabilisasi kelas sinema.
Pemenang: Samsung mutlak untuk versatilitas, videografi, dan fotografi profesional. Infinix sangat worth it dan mengejutkan untuk ukuran harganya.
Baterai & Charging: Revolusi Silicon-Carbon vs Efisiensi Klasik
Ini adalah area di mana Infinix Note 60 Ultra memukul mundur sang raja dengan teknologi masa depannya.