Di sisi lain, Samsung Galaxy S26 Ultra adalah definisi harfiah dari "tanpa kompromi". Ini adalah perangkat all-in-one bagi para profesional, kreator konten kelas atas, dan mereka yang menginginkan ekosistem terintegrasi serta dukungan perangkat lunak jangka panjang yang tak tertandingi. Samsung tidak menjual spesifikasi; mereka menjual sebuah status dan kepastian.
Layar: Kejar-kejaran Refresh Rate vs Ketajaman QHD+
Pertarungan visual di sektor depan menampilkan dua pendekatan yang sangat menarik.
Infinix Note 60 Ultra memanjakan mata dengan panel AMOLED berukuran 6,78 inci beresolusi 1,5K. Keunggulan utama layar ini ada pada refresh rate 144Hz dan peak brightness yang diklaim mencapai 4.500 nits. Angka 4.500 nits ini luar biasa; Anda bisa membaca layar dengan jelas bahkan di bawah terik matahari siang hari. Sementara itu, 144Hz memberikan efek scrolling dan gaming yang sangat fluid dan responsif.
Namun, Samsung Galaxy S26 Ultra bermain di liga yang sedikit berbeda. Layar Dynamic AMOLED 2X berukuran 6,9 inci ini menawarkan resolusi QHD+ (3120 × 1440 piksel). Meskipun refresh rate-nya "hanya" 120Hz, teknologi LTPO adaptif (1-120Hz) membuat konsumsi daya menjadi sangat efisien. Ketajaman pikselnya jauh lebih unggul untuk menonton konten HDR, menonton film di platform streaming, maupun mengedit foto profesional.
Pemenang: Infinix untuk gaming kompetitif dan outdoor visibility. Samsung untuk konsumsi media, akurasi warna, dan ketajaman visual.
Dapur Pacu: Dimensity 8400 Ultimate vs Snapdragon 8 Elite Gen 5
Di sektor mesin, terdapat perbedaan kelas yang cukup nyata yang merepresentasikan harga jual keduanya.
Infinix Note 60 Ultra ditenagai oleh MediaTek Dimensity 8400 Ultimate. Chipset upper mid-high end ini dipadukan dengan RAM 12GB LPDDR5X. Performanya? Sangat lebih dari cukup untuk melibas game berat seperti Genshin Impact atau Wuthering Waves di rata kanan, multitasking berat, hingga editing video 4K tanpa hambatan berarti.