unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Teks Khutbah Jumat 18 September 2026: Meraih Kemuliaan Hidup dengan Takwa dan Syukur
News

Teks Khutbah Jumat 18 September 2026: Meraih Kemuliaan Hidup dengan Takwa dan Syukur

Teks Khutbah Jumat 18 September 2026: Meraih Kemuliaan Hidup dengan Takwa dan Syukur
masjid • pixabay
A A Ukuran Teks16px

Hari Jumat selalu membawa energi spiritual tersendiri bagi umat Islam. Di tengah hiruk-pikuk kesibukan duniawi yang kian kompleks di era modern ini, kembali mengingat Sang Pencipta melalui khutbah Jumat menjadi oase yang menyegarkan hati.

Pada Jumat pekan ini, 18 September 2026, umat Islam di seluruh penjuru nusantara kembali dianjurkan untuk mengangkat tema yang sangat fundamental, namun sering kali terlupakan esensinya dalam praktik sehari-hari: Takwa dan Syukur.

Mengapa dua hal ini menjadi sangat relevan di zaman sekarang? Mari kita bedah maknanya lebih dalam sebelum menyimak teks lengkap khutbah yang bisa digunakan oleh para khatib di berbagai masjid.

Takwa: Kompas Moral di Era Digital

Sering kali, takwa dipahami sebatas ritual ibadah mahdhah seperti salat, puasa, atau haji. Padahal, takwa memiliki dimensi yang jauh lebih luas. Dalam konteks kehidupan modern hari ini, takwa adalah "kompas moral" atau integritas.

Takwa adalah kesadaran penuh bahwa Allah Maha Melihat, sehingga seseorang akan tetap berbuat jujur dan menjauhi larangan-Nya, baik saat ia berada di tengah keramaian maupun saat sendirian di balik layar gawai (gadget)-nya. Takwa mencegah seseorang dari korupsi, hoaks, penipuan online, dan berbagai bentuk kemaksiatan tersembunyi lainnya.

Sebagaimana ditegaskan dalam Al-Quran Surah Al-Hujurat ayat 13, kemuliaan seseorang di mata Allah tidak diukur dari jumlah followers di media sosial, kekayaan harta, atau tinggi rendahnya jabatan, melainkan murni dari ketakwaannya.

Syukur: Antidot atas Kecemasan Hidup

Di sisi lain, syukur adalah kunci ketenangan jiwa. Di tengah gempuran gaya hidup hedonisme yang sering kali memicu rasa insecure dan kecemasan (anxiety) akibat membandingkan diri dengan orang lain, syukur hadir sebagai penawar utama.

Syukur bukanlah sekadar mengucap Alhamdulillah di lisan. Syukur yang sejati adalah "aksi nyata". Mensyukuri nikmat waktu berarti menggunakannya untuk produktivitas dan ibadah. Mensyukuri nikmat kesehatan berarti merawatnya dan menggunakan tenaga untuk kebaikan sesama. Mensyukuri nikmat rezeki berarti menyisihkannya untuk mereka yang membutuhkan melalui zakat, infak, dan sedekah.

Allah SWT memberikan jaminan yang sangat tegas dalam Surah Ibrahim ayat 7: "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah nikmat kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih."

Sinergi antara takwa dan syukur inilah yang akan melahirkan pribadi muslim yang tidak hanya saleh secara ritual, tetapi juga saleh secara sosial dan tangguh secara mental.

Berikut adalah teks lengkap Khutbah Jumat bertema Takwa dan Syukur yang disusun secara ringkas, padat, dan jelas (singkat padat jelas), sehingga cocok untuk disampaikan dalam waktu yang ideal.


TEKS KHUTBAH JUMAT PERTAMA

Khutbah I

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.

قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

Ma’asyiral Muslimin, Jamaah Salat Jumat yang Dimuliakan Allah,

Takwa adalah bekal utama yang senantiasa diwasiatkan oleh setiap khatib di atas mimbar ini. Takwa bukanlah sekadar pakaian yang dikenakan saat berada di masjid, melainkan kesadaran mendalam yang menjaga seorang hamba dari perbuatan yang dilarang Allah SWT, kapan pun dan di mana pun ia berada; baik saat dilihat oleh manusia maupun saat ia sedang sendirian.

Takwa inilah yang semestinya menjadi satu-satunya ukuran kemuliaan seseorang di hadapan Allah SWT, bukan diukur dari harta yang ditumpuk, jabatan yang disandang, atau garis keturunan yang dibanggakan.

Jamaah Rahimakumullah,

Selain takwa, ada satu sikap yang tidak kalah penting untuk terus kita latih dan amalkan, yaitu syukur. Allah SWT berjanji dengan janji yang pasti dalam Al-Quran Surah Ibrahim ayat 7:

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

"Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, 'Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya akan Aku tambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.'"

Ayat yang agung ini mengajarkan kepada kita bahwa syukur bukan sekadar mengucap Alhamdulillah di lisan. Syukur yang hakiki adalah menjaga nikmat tersebut agar tetap digunakan di jalan yang diridhai-Nya. Waktu yang kita miliki digunakan untuk ibadah dan pekerjaan yang halal. Kesehatan yang kita rasakan digunakan untuk menebar kebaikan. Rezeki yang mengalir tidak lupa disalurkan kepada mereka yang membutuhkan.

Jamaah yang Dirahmati Allah,

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 152: فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ

"Maka ingatlah kepada-Ku, niscaya Aku ingat (pula) kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku."

Ayat ini menjadi pengingat sederhana namun sangat mendalam, bahwa mengingat Allah (dzikir) dan bersyukur adalah dua sayap yang saling menguatkan. Keduanya adalah bekal utama yang perlu terus kita jaga sepanjang pekan, bukan hanya pada saat khutbah Jumat ini berlangsung.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.


TEKS KHUTBAH JUMAT KEDUA

Khutbah II

الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا كَمَا أَمَرَ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ إِرْغَامًا لِمَنْ جَحَدَ وَكَفَرَ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ سَيِّدُ الْخَلَائِقِ وَالْبَشَرِ.

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ مَا اتَّصَلَتْ عَيْنٌ بِنَظَرٍ وَأُذُنٌ بِخَبَرٍ.

أَمَّا بَعْدُ: فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ، اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَذَرُوا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ. وَحَافِظُوا عَلَى الطَّاعَةِ وَحُضُورِ الْجُمْعَةِ وَالْجَمَاعَةِ.

وَاعْلَمُوا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ بِنَفْسِهِ، وَثَنَّى بِمَلَائِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ، فَقَالَ تَعَالَى: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ فِي الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ. اللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِينَ عَامَّةً إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.

(Selanjutnya jamaah diajak untuk bersalaman dan meluruskan shaf untuk melaksanakan salat Jumat).


Tips Mengamalkan Isi Khutbah bagi Jamaah

Agar khutbah tidak sekadar menjadi rutinitas mingguan yang terlupakan begitu azan magrib berkumandang, jamaah dapat melakukan beberapa langkah praktis berikut:

  1. Jurnal Syukur Harian: Luangkan waktu 5 menit sebelum tidur untuk menuliskan atau memikirkan 3 hal kecil yang patut disyukuri hari ini.
  2. Evaluasi Integritas: Tanyakan pada diri sendiri, "Apakah pekerjaan atau transaksi saya hari ini sudah 100% halal dan thayyib?"
  3. Sedekah Subuh: Membiasakan sedekah melalui aplikasi digital atau kotak amal masjid sebagai wujud nyata syukur atas rezeki yang Allah titipkan.

Semoga teks khutbah ini bermanfaat bagi para khatib maupun jamaah yang membacannya. Selamat menunaikan ibadah salat Jumat, semoga Allah menerima amal ibadah kita dan menggolongkan kita ke dalam hamba-hamba-Nya yang bertakwa dan pandai bersyukur. Amin Yaa Rabbal 'Alamin.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru