unique visitors counter
⌂ Beranda News Harga Gabah Sentuh Rp8.000, Beras Premium Langka di Ritel Modern
News

Harga Gabah Sentuh Rp8.000, Beras Premium Langka di Ritel Modern

Ilustrasi karung beras premium di rak ritel modern
A A Ukuran Teks16px
IN ARTICLE 1

Kelangkaan beras premium di sejumlah ritel modern dinilai bukan akibat minimnya produksi padi.

Penyebab utamanya adalah tingginya harga gabah yang membuat produsen dan penggilingan sulit memasok beras sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).

Pengamat pertanian Khudori mengatakan pemasok akhirnya menjual beras premium ke ritel dengan harga di atas HET. Ritel modern pun enggan menjualnya karena berisiko berurusan dengan Satgas Pangan.

"Kalau bahan bakunya tinggi, ya berasnya pasti tinggi, sementara ketika berjualan di hilir, itu produsen beras, penggilingan, nggak boleh menjual di atas HET," ujar Khudori, Minggu, 13 September 2026.

Harga Gabah Tak Lagi Sesuai HPP

Khudori menjelaskan pemerintah menetapkan HET beras berdasarkan asumsi harga gabah sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram.

Angka itu dinilai sudah tidak sesuai kondisi lapangan.

Saat ini harga gabah telah mencapai Rp7.800 hingga Rp8.000 per kilogram. "Hari ini nggak ada harga gabah Rp6.500.

Harga gabah itu bisa tembus Rp8.000 sekarang, Rp7.800, Rp7.900," kata dia.

Menurut Khudori, selisih itu membuat harga beras otomatis melampaui HET. Dampaknya paling terasa pada beras premium yang dipasarkan melalui ritel modern.

Untuk beras premium di wilayah Jawa atau Zona 1, HET yang berlaku sebesar Rp14.900 per kilogram.

Sementara harga pembelian ritel dari pemasok kini berada di kisaran Rp15.200 hingga Rp15.500 per kilogram.

"Ritel-ritel modern itu hari-hari ini membeli dari pemasok itu Rp15.200 sampai Rp15.500," ucap Khudori.

📰 Update Terbaru