Samsung dilaporkan sedang meninjau kemungkinan penyesuaian harga untuk ponsel yang sudah dijual, termasuk Galaxy S26 Ultra.
Langkah ini muncul setelah Apple menaikkan harga sejumlah model iPhone pada acara peluncuran 9 September 2026.
Hingga kini belum ada keputusan final, dan Samsung belum mengungkap besaran kenaikan yang mungkin diterapkan.
Pemicu utama: lonjakan harga chip memori
Penyebab utama peninjauan harga adalah kenaikan tajam biaya chip memori.
Biaya memori smartphone naik lebih dari 80% pada kuartal kedua dibanding kuartal sebelumnya.
Dalam beberapa penilaian, kenaikannya bahkan sekitar 300% dibanding periode yang sama tahun lalu.
Memori kini menjadi komponen termahal dalam pembuatan smartphone, melebihi prosesor.
Divisi mobile Samsung mencatat kerugian operasional sekitar 700 miliar won pada kuartal kedua.
Perusahaan juga membayar sekitar 211% lebih mahal untuk memori mobile pada paruh pertama tahun ini dibanding tahun sebelumnya.
Biasanya produsen ponsel menunggu peluncuran model baru untuk meneruskan kenaikan biaya ke konsumen.
Namun lonjakan memori saat ini membuat banyak merek mempertimbangkan perubahan harga signifikan pada model yang sudah beredar.
Di Korea Selatan, laporan lokal menyebut potensi kenaikan seragam sekitar 149.600 won per model.
Angka itu setara sekitar 110–111 dolar AS dan bisa berlaku mulai 1 Oktober jika disetujui.
Jika terealisasi, harga Galaxy S26, S26+, dan S26 Ultra di pasar tersebut akan naik.
Samsung dikabarkan mengonfirmasi sedang meninjau harga secara internal karena biaya komponen meningkat.
Meski demikian, perusahaan menegaskan belum ada keputusan yang dibuat.
Apple lebih dulu menaikkan harga iPhone 17, iPhone Air, 17e, dan iPhone 16.
Apple juga menghentikan model iPhone 17 Pro, sementara iPhone 18 Pro disebut 100 dolar AS lebih mahal dari pendahulunya.
Seri Galaxy S27 sebelumnya juga diperkirakan meluncur dengan harga lebih tinggi dari generasi saat ini.
Apakah Samsung benar-benar menaikkan harga, dan di negara mana selain Korea Selatan, masih belum jelas.
Untuk sekarang, perusahaan hanya menimbang apakah tetap menyerap biaya atau menyesuaikan harga ritel flagship yang sudah dijual.
