Persaingan chipset flagship semakin memanas dengan kehadiran Xring O3 dari Xiaomi yang menantang dominasi MediaTek Dimensity 9500.
Hasil pengujian awal menunjukkan Xring O3 unggul dalam beberapa skor benchmark, terutama pada pengujian multi-core dan grafis.
Kedua chipset ini sama-sama diproduksi dengan fabrikasi 3nm TSMC, namun menawarkan konfigurasi CPU, GPU, dan dukungan memori yang berbeda.
Perbandingan Spesifikasi Xring O3 dan Dimensity 9500
Xring O3 diumumkan pada Agustus 2026, sedangkan Dimensity 9500 telah hadir sejak September 2025.
Xring O3 memiliki 24 miliar transistor dengan ukuran cetakan 133 mm², sementara Dimensity 9500 tidak menyebutkan jumlah transistor dan memiliki ukuran sekitar 140,79 mm².
Dari sisi CPU, Xring O3 mengusung 10 inti yang terdiri dari 2× C1-Ultra hingga 4,35 GHz, 4× C1-Premium hingga 3,68 GHz, dan 4× C1-Pro hingga 3,15 GHz.
Dimensity 9500 hanya memiliki 8 inti dengan konfigurasi 1× C1-Ultra hingga 4,21 GHz, 3× C1-Premium hingga 3,5 GHz, dan 4× C1-Pro hingga 2,7 GHz.
GPU Xring O3 menggunakan Mali-G2 Ultra NX MP16 dengan 16 inti pada 1.600 MHz dan arsitektur Valhall generasi keenam.
Dimensity 9500 mengandalkan Mali-G1 Ultra MP12 dengan 12 inti pada 1.716 MHz dan arsitektur Valhall generasi kelima.
Kemampuan NPU Xring O3 mencapai 200 TOPS, dua kali lipat dari Dimensity 9500 yang hanya 100 TOPS.
Xring O3 mendukung RAM LPDDR6 hingga 5.333 MHz dan penyimpanan UFS 4.1, sedangkan Dimensity 9500 mendukung LPDDR5X hingga 5.333 MHz serta UFS 4.0 dan UFS 4.1.
Keduanya memiliki konektivitas modem MediaTek 5G, Wi-Fi 7, dan Bluetooth 6.0.
Skor Benchmark: Xring O3 Unggul di CPU dan GPU
Dalam pengujian Geekbench 6 yang dikutip dari pengulas teknologi asal China, Xiaobi's Tech, Xiaomi Pad 9 Pro Max dengan Xring O3 mencetak 3.699 poin single-core.
Sebagai pembanding, Vivo X300 Pro dengan Dimensity 9500 memperoleh 3.452 poin, sehingga Xring O3 unggul sekitar 7 persen.
Perbedaan lebih signifikan terlihat pada pengujian multi-core, di mana Xring O3 meraih 14.350 poin berbanding 10.128 poin milik Dimensity 9500.
Selisih tersebut setara dengan sekitar 42 persen, menunjukkan potensi Xring O3 dalam tugas berat seperti pengeditan video dan multitasking.
Namun, perbandingan ini perlu dicatat karena pengujian dilakukan pada perangkat berbeda: Xiaomi Pad 9 Pro Max adalah tablet, sedangkan Vivo X300 Pro adalah ponsel.
Faktor ukuran perangkat dan sistem pendingin dapat memengaruhi hasil akhir.
Untuk performa grafis, Xring O3 mencetak 11.378 poin di 3DMark Wild Life Extreme, sementara Dimensity 9500 hanya 7.193 poin.
Ini berarti chipset Xiaomi unggul sekitar 58 persen dalam pengujian tersebut.
Meski demikian, skor benchmark tidak otomatis berarti semua game akan berjalan 58 persen lebih cepat.
Performa nyata tetap bergantung pada pengaturan grafis, optimalisasi game, resolusi layar, dan kemampuan pendinginan perangkat.
Keunggulan Xring O3 tidak lepas dari konfigurasi CPU 10 inti dan GPU 16 inti yang lebih besar dibanding Dimensity 9500.
Selain itu, dukungan LPDDR6 dan teknologi NX pada GPU berpotensi meningkatkan bandwidth memori serta kualitas grafis melalui peningkatan resolusi dan pembuatan frame tambahan berbasis AI.
Dengan spesifikasi dan hasil benchmark awal, Xring O3 layak disebut sebagai pesaing serius di kelas chipset premium.
Namun, pengujian langsung pada perangkat dengan kondisi yang sama masih diperlukan untuk memastikan keunggulannya dalam gaming, efisiensi daya, dan penggunaan harian.