unique visitors counter
⌂ Beranda News Dewan Kennedy Center Akan Voting, Nama Trump Disebut Penentu Kelangsungan
News

Dewan Kennedy Center Akan Voting, Nama Trump Disebut Penentu Kelangsungan

Dewan Kennedy Center Akan Voting, Nama Trump Disebut Penentu Kelangsungan
Dewan Kennedy Center Akan Voting, Nama Trump Disebut Penentu Kelangsungan
A A Ukuran Teks16px
IN ARTICLE 1

Dewan John F. Kennedy Center for the Performing Arts di Washington dijadwalkan melakukan pemungutan suara pada Selasa ini.

Agenda utamanya adalah menentukan apakah venue seni pertunjukan itu akan terus beroperasi.

Mayoritas direktur dewan yang diisi orang-orang pilihan Presiden Donald Trump menilai masa depan pusat seni itu bergantung pada pencantuman nama Trump di kompleks tersebut.

Nama Trump sebelumnya sempat ditambahkan lalu dicabut dari salah satu venue seni pertunjukan terkemuka di Amerika Serikat tahun ini.

Langkah itu dilakukan setelah hakim federal memutuskan bahwa hanya Kongres yang berwenang mengubah nama tempat yang ditetapkan sebagai 'living memorial' untuk Kennedy, presiden ke-35 AS yang dibunuh pada 1963.

Upaya ini disebut bagian dari visi Trump untuk meninggalkan jejak budaya dan estetika di ibu kota AS.

Visi tersebut mencakup pembangunan ballroom besar untuk menggantikan Sayap Timur Gedung Putih yang ia perintahkan dibongkar, renovasi bermasalah Lincoln Memorial Reflecting Pool, dan rencana 'triumphal arch' di dekat pemakaman utama yang menghormati korban perang.

Dewan Nilai Nama Trump Vital

Alih-alih mengganti nama Kennedy Center, dewan yang terdiri dari para penunjukan Trump dengan Trump sendiri sebagai presiden akan fokus menambahkan nama Trump di marmer eksterior 'di bawah nama pusat'.

Langkah itu untuk mengakui perannya atas rencana renovasi, menurut resolusi yang diajukan ke pengadilan pada Senin.

Draf resolusi menyebut bahwa tanpa pengakuan tersebut, kecil kemungkinan Presiden Trump akan memberikan pengawasan fundamental atas renovasi gedung utama dan memimpin penyelamatan fiskal pusat itu.

Draf resolusi juga menyatakan keuangan pusat sangat buruk dan dalam hitungan minggu tidak akan mampu memenuhi kewajiban gaji atau kontrak pemeliharaan rutin.

📰 Update Terbaru