Kritik dan Langkah Global
Von der Leyen sebenarnya telah mengisyaratkan rencana ini pada awal tahun.
Saat itu ia menyatakan anak-anak sebaiknya terpapar media sosial secara bertahap.
Platform seperti Facebook, Instagram, dan TikTok sebenarnya sudah melarang pengguna di bawah 13 tahun membuka akun.
Namun, otoritas menuduh perusahaan-perusahaan itu gagal menegakkan aturan tersebut.
Sejumlah pakar menilai Komisi Eropa belum menyentuh persoalan yang lebih mendasar.
Mereka menyoroti model bisnis media sosial yang bergantung pada membuat pengguna kecanduan menggulir konten sambil menampilkan iklan.
Penasihat kebijakan di kelompok hak digital EDRi, Simeon de Brouwer, menilai rencana itu hanya menunda paparan risiko bagi anak muda.
Menurutnya, platform tetap akan menyasar mereka begitu melewati batas usia.
Proposal ini menjadi langkah pertama untuk menerapkan batas usia media sosial di seluruh blok Uni Eropa.
Beberapa negara Eropa seperti Spanyol dan Portugal telah mengambil langkah sendiri untuk melarang remaja menggunakan platform media sosial.
Langkah serupa juga dilakukan di Australia dan Selandia Baru.
Namun, sejumlah upaya menemui hambatan.
Pengadilan tertinggi Prancis bulan lalu membatalkan undang-undang yang melarang anak di bawah 15 tahun menggunakan media sosial.
Pengadilan menilai aturan itu melanggar kebebasan fundamental.
Presiden Prancis Emmanuel Macron berjanji akan merombak proposal tersebut.
Di Amerika Serikat, Meta Platforms bulan lalu setuju membayar hingga 18 miliar dolar AS.
Perusahaan itu juga akan menambahkan langkah perlindungan anak yang lebih kuat di Facebook dan Instagram.
Langkah itu untuk menyelesaikan persidangan soal kecanduan media sosial remaja dan tuntutan dari hampir seluruh negara bagian.
Pemimpin kelompok terbesar di Parlemen Eropa, Manfred Weber, mengusulkan agar Uni Eropa mengikuti jejak Australia.
Ia ingin warga bisa mematikan algoritma media sosial.
"Elon Musk tidak akan menyukainya, tapi mungkin itu alasan untuk melakukannya," kata Weber.
Von der Leyen juga menyinggung perdebatan soal kecerdasan buatan dan risikonya bagi manusia.
Komisi Eropa akan membahas upaya memperlambat pengembangan AI canggih bersama perusahaan AI terkemuka.
Uni Eropa akan bekerja sama dengan mitra sepaham seperti Kanada dan Inggris.
"Kami ingin bekerja sama dalam evaluasi model, verifikasi, peringatan dini, keamanan AI, dan banyak lagi," ujarnya.