unique visitors counter
⌂ Beranda News Bessent dan He Lifeng Bahas AI hingga Rare Earth di New York
News

Bessent dan He Lifeng Bahas AI hingga Rare Earth di New York

Menteri Keuangan AS Scott Bessent dan Wakil Perdana Menteri China He Lifeng dalam pertemuan dagang
Bessent dan He Lifeng Bahas AI hingga Rare Earth di New York
A A Ukuran Teks16px

Bessent menegaskan Amerika Serikat tetap menjadi pemimpin dalam AI.

Ia juga menyatakan keterbukaan untuk berdiskusi menghindari risiko bersama dan mencegah bifurcasi dua sistem.

Bessent menyerukan agar AS dan China menyepakati guardrails AI yang bertujuan menjaga model kuat agar tidak jatuh ke tangan aktor non-negara yang jahat.

Saat ditanya soal keamanan AI dalam dengar pendapat Komite Jasa Keuangan DPR pada Selasa, Bessent mengatakan keputusan memperlambat pengembangan ada di tangan perusahaan AI AS.

Namun ia berargumen perusahaan harus dimintai pertanggungjawaban atas apa yang mereka bangun dan hasilkan sebagai langkah pengamanan.

Agenda pembahasan yang luas

Detail pertemuan di New York yang diperkirakan menjajaki kemungkinan kesepakatan Trump dan Xi masih minim.

Sumber menyebut pertemuan Minggu bisa berlanjut hingga Senin pada tingkat working, dan agenda akan tetap fleksibel untuk memungkinkan pembahasan luas.

Topik kunci lain yang diperkirakan dibahas Bessent dan He mencakup kemungkinan perpanjangan gencatan senjata tarif yang berakhir pada 10 November.

Juga peningkatan aliran magnet rare earth dan mineral kritis produksi China yang sangat dibatasi China tahun lalu saat tarif kedua pihak meningkat.

Dalam gencatan senjata itu, China berjanji memulihkan aliran mineral kritis ke pengguna AS dan global.

Namun seorang pejabat senior AS mengatakan kepada wartawan pada Jumat bahwa kinerja China dalam hal itu belum memadai dan akan menjadi topik pembahasan menjelang pertemuan puncak Trump-Xi.

Pemerintahan Trump juga ingin melihat China mengambil tindakan lebih kuat untuk mengekang aliran bahan prekursor fentanyl ke AS, kata pejabat itu.

Gencatan senjata AS-China juga membatasi tarif yang diberlakukan pada masa jabatan kedua Trump sekitar 20 persen.

📰 Update Terbaru