Umat Islam di seluruh penjuru Nusantara kembali akan menyambut hari mulia, Jumat. Bertepatan pada Jumat, 25 September 2026 yang jatuh pada bulan Rabiul Akhir 1448 H, momen ini menjadi waktu yang tepat untuk mengevaluasi diri, mempererat ukhuwah, dan menyegarkan kembali iman melalui khutbah Jumat.
Bagi para khatib yang tengah mencari referensi, berikut ini adalah ulasan lengkap, latar belakang sejarah, serta teks khutbah Jumat singkat terbaru yang mengangkat tema tentang "Ikhtiar, Tawakal, dan Meridhai Takdir". Tema ini sangat relevan dengan dinamika kehidupan modern yang penuh dengan ujian dan tantangan.
Mengenal Bulan Rabiul Akhir dan Peristiwa Bersejarahnya
Sebelum melangkah ke inti khutbah, ada baiknya kita memahami sedikit tentang bulan yang sedang kita jalani. Rabiul Akhir (atau Rabi'ul Tsani) secara bahasa memiliki akar kata Rabi' yang berarti musim semi.
Menurut catatan sejarah, penamaan bulan ini dikaitkan dengan Kilab bin Murrah, kakek buyut Rasulullah SAW. Pada masa Arab Jahiliyah, bulan ini dinamakan demikian karena bertepatan dengan musim di mana masyarakat Arab biasanya menetap di rumah-rumah mereka setelah masa berpindah atau berperang, menikmati kesejukan layaknya musim semi.
Bulan Rabiul Akhir juga menyimpan catatan sejarah penting bagi umat Islam. Salah satunya adalah peristiwa turunnya akhir Surat Al-Hasyr. Surat ini mengisahkan tentang ketegangan dan ujian berat yang dihadapi Rasulullah SAW serta para sahabat, yakni pengkhianatan dan upaya pembunuhan oleh kaum Yahudi Bani Nadhir. Peristiwa ini menjadi pengingat abadi bahwa ujian, konflik, dan masalah adalah hal yang niscaya dalam kehidupan, namun kemenangan selalu berpihak pada mereka yang bertakwa dan bertawakal.
Syarat Sah Shalat Jumat
Sebagai rappel (pengingat) bersama, para ulama sepakat bahwa khutbah Jumat adalah rukun dan syarat sah dari pelaksanaan shalat Jumat. Shalat Jumat tidak akan sah apabila tidak didahului oleh dua khutbah, yakni khutbah pertama dan khutbah kedua, yang dipisahkan dengan duduk sejenak di antara keduanya.
Oleh karena itu, materi khutbah yang disampaikan haruslah menyentuh hati, memberikan solusi atas permasalahan umat, dan berlandaskan pada Al-Quran serta Sunnah.
Intisari Khutbah: Menjemput Rezeki dengan Takwa dan Ikhtiar
Dalam kehidupan sehari-hari, tidak ada satu pun manusia yang kebal dari masalah. Baik ia seorang pejabat, pedagang, maupun pekerja biasa; baik yang kaya harta maupun yang sedang berjuang mencari nafkah. Masalah adalah "cinta" Allah kepada hamba-Nya untuk menaikkan derajat mereka.
Lantas, bagaimana cara menghadapi badai ujian tersebut? Khutbah edisi 25 September 2026 ini akan mengupas tiga kunci utama: Takwa, Ikhtiar, dan Tawakal.
1. Takwa sebagai Jalan Keluar (Makhraj) Allah SWT berjanji dalam Surat Ath-Thalaq ayat 2-3, bahwa barangsiapa bertakwa, Allah akan membukakan jalan keluar dari segala permasalahan. Takwa bukan sekadar jubah atau pakaian, melainkan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya di tengah masyarakat. Ketika ekonomi sedang sulit, takwalah yang akan mengundang rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.
2. Sinergi Ikhtiar dan Tawakal Banyak orang salah kaprah dalam memahami tawakal. Tawakal bukan berarti pasrah tanpa berbuat apa-apa. Ibarat mendayung perahu, ikhtiar adalah dayung kanan, dan tawakal adalah dayung kiri. Jika hanya satu yang digunakan, perahu hanya akan berputar di tempat.
Rasulullah SAW pernah menegur seorang sahabat yang melepas untanya di masjid dengan alasan "bertawakal". Nabi bersabda, "Ikatlah untamu, kemudian bertawakkallah." Begitupula dengan teguran keras Umar bin Khattab kepada sekelompok orang yang hanya berdiam diri di masjid meminta rezeki. Umar berkata, "Langit tidak akan menurunkan hujan emas dan perak! Apakah kalian tidak tahu bahwa Allah memberi rezeki melalui perantara usaha dan kerja keras?"
3. Seni Meridhai Takdir Puncak dari keimanan adalah ridha. Setelah kita berusaha sekuat tenaga (ikhtiar) dan berserah diri (tawakal), hasil akhir adalah hak prerogatif Allah. Rasulullah SAW bersabda: "Di antara kebahagiaan anak Adam adalah ridha terhadap takdir Allah, dan di antara kesengsaraannya adalah benci terhadap takdir Allah." (HR. Tirmidzi).
Teks Khutbah Jumat 25 September 2026 (Rabiul Akhir 1448 H)
Berikut adalah draf teks khutbah Jumat yang dapat dibaca oleh para khatib di seluruh Indonesia.
KHUTBAH PERTAMA
الْحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ وَفَّقَ مَنْ شَاءَ مِنْ عِبَادِهِ لِمَكَارِمِ الْأَخْلَاقِ، وَهَدَاهُمْ لِمَا فِيْهِ فَلَاحِهِمْ وَسَعَادَتِهِمْ فِي الدُّنْيَا وَيَوْمَ التَّلَاقِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، الْمَلِكِ الْكَرِيْمِ الْخَلَّاقِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ أَفْضَلُ الْخَلْقِ عَلَى الْإِطْلَاقِ. صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ، وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْ نَفْسِيْ وَإِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.
Maasyiral Muslimin, Jamaah Jumat Rahimakumullah,
Pada kesempatan yang sangat mulia di bulan Rabiul Akhir 1448 H ini, khatib berwasiat untuk diri saya sendiri khususnya, serta kepada antum semua, marilah kita senantiasa meningkatkan kualitas ketakwaan kita kepada Allah SWT. Takwa yang sesungguhnya adalah menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya, baik dalam keadaan sunyi maupun ramai. Karena sesungguhnya, takwa adalah bekal paling berharga untuk mengarungi kehidupan dunia yang fana ini, dan tiket keselamatan di akhirat kelak.
Allah SWT berfirman di dalam Al-Qur'anul Karim:
فَإِذَا بَلَغْنَ أَجَلَهُنَّ فَأَمْسِكُوهُنَّ بِمَعْرُوفٍ أَوْ فَارِقُوهُنَّ بِمَعْرُوفٍ وَأَشْهِدُوا ذَوَيْ عَدْلٍ مِنْكُمْ وَأَقِيمُوا الشَّهَادَةَ لِلَّهِ ذَلِكُمْ يُوعَظُ بِهِ مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا () وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا
"Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya, dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)-Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu." (QS. Ath-Thalaq: 2-3).
Jamaah yang Dirahmati Allah,
Ayat di atas adalah jaminan dari Sang Pencipta. Ketika kita menghadapi jalan buntu dalam karier, bisnis, atau rumah tangga, takwalah kepada Allah. Perbaiki hubungan kita dengan-Nya, maka Dia akan perbaiki hubungan kita dengan sesama dan memudahkan urusan kita. Takwa adalah magnet yang menarik datangnya pertolongan dan rezeki dari arah yang tidak pernah kita rencanakan.
Namun ingatlah, takwa dan tawakal tidak boleh menghapus sunnatullah berupa ikhtiar. Masalah hidup adalah keniscayaan. Cara kita menghadapilah yang akan menentukan kualitas iman kita. Jangan pernah lari dari masalah, karena lari dari masalah hanya akan melahirkan masalah yang lebih besar. Selesaikan dengan ikhtiar maksimal, lalu sandarkan hati kita sepenuhnya kepada Allah (Tawakal).
Rasulullah SAW bersabda: "Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad (berikhtiar), maka bertawakkallah kepada Allah. Sungguh, Allah mencintai orang-orang yang bertawakal." (QS. Ali 'Imran: 159).
Maasyiral Muslimin Rahimakumullah,
Hidup ini penuh dengan misteri dan takdir yang kadang tidak sesuai dengan ekspektasi kita. Ada kalanya kita telah bekerja keras bagai kuda, namun hasil belum terlihat. Ada kalanya kita berusaha ala kadarnya, namun hasil melampaui harapan. Di sinilah letak ujian hati kita: apakah kita mampu meridhai takdir-Nya?
Rasulullah SAW bersabda: وَمِنْ سَعَادَةِ ابْنِ آدَمَ رِضَاهُ بِمَا قَضَى اللهُ، وَمِنْ شَقَاوَةِ ابْنِ آدَمَ سَخَطُهُ بِمَا قَضَى اللهُ "Di antara kebahagiaan anak Adam adalah ridha terhadap takdir Allah, dan di antara kesengsaraan anak Adam adalah kebenciannya (ketidakridhaannya) terhadap takdir Allah." (HR. Tirmidzi).
Semoga Allah SWT menganugerahkan kepada kita kekuatan untuk terus berikhtiar, keteguhan iman untuk bertawakal, dan kelapangan dada untuk meridhai setiap ketetapan-Nya.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
KHUTBAH KEDUA
الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا أَمَرَ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ إِرْغَامًا لِمَنْ جَحَدَ وَكَفَرَ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَحَبِيْبُهُ وَخَلِيْلُهُ سَيِّدُ الْإِنْسِ وَالْبَشَرِ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، اِتَّقُوْا اللهَ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ يُحِبُّ مَكَارِمَ الْأُمُوْرِ. وَحَافِظُوْا عَلَى الطَّاعَةِ وَحُضُوْرِ الْجُمْعَةِ وَالْجَمَاعَةِ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ وَسَلَّمْتَ وَبَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ فِي الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ وَقَاضِيَ الْحَاجَاتِ.
اللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالرِّبَا وَالزِّنَا وَالزَّلَازِلَ وَالْمِحَنَ، وَسُوْءَ الْفِتَنِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، وَعَنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ.
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللهِ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ، وَاللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ.