Libur Chuseok sering menjadi momen berkumpulnya keluarga besar yang sudah lama tidak bertemu.
Saling menyapa dan bertanya kabar menjadi hal biasa, tetapi tidak semua pertanyaan terasa nyaman bagi penerimanya.
Komentar yang tampak sepele bisa menyakiti atau menambah beban orang lain. Karena itu, penting untuk memikirkan tidak hanya apa yang ingin dikatakan, tetapi juga apa yang sebaiknya dihindari.
Hindari Pertanyaan yang Sulit Dijawab
Pertanyaan seputar pernikahan, pekerjaan, dan pendidikan termasuk topik yang paling sering memicu tekanan. Misalnya, “Kapan menikah?”
atau “Kenapa belum dapat pekerjaan?” bisa membuat orang merasa terpojok.
Hal serupa berlaku untuk pertanyaan tentang momongan. Ucapan seperti “Kapan punya anak?”
atau “Kapan punya anak kedua?” dapat menyinggung kondisi pribadi yang sensitif, termasuk masalah kesuburan.
Sebagai gantinya, ajukan pertanyaan terbuka yang memberi ruang bagi orang lain untuk berbagi sesuai keinginannya. Contohnya, “Apa kabar belakangan ini?”
atau “Ada hal menyenangkan yang baru terjadi?”
Komentar Penampilan dan Perbandingan Sebaiknya Dihindari
Saat bertemu setelah lama tidak jumpa, perubahan penampilan mungkin langsung terlihat. Namun, komentar seperti “Kamu gemuk sekarang” atau “Kamu kelihatan lelah” sebaiknya tidak diucapkan.
Perubahan berat badan, kulit, atau rambut bisa berkaitan dengan masalah kesehatan atau stres. Komentar berulang tentang berat badan dapat menimbulkan rasa tidak nyaman.
Pujian tidak harus berfokus pada penampilan.
Ucapan “Senang melihatmu” atau “Aku senang kita bisa berkumpul lagi” sudah cukup menunjukkan kehangatan tanpa membuat orang merasa dinilai.
Pertemuan keluarga juga mudah berubah menjadi ajang perbandingan. Ucapan seperti “Dengar-dengar si A sudah beli rumah” atau “Gajimu berapa?”
