Vivo dan Oppo meluncurkan flagship terbaru mereka hanya berselang satu hari pada pekan ini.
Vivo memperkenalkan X500 Pro Max pada 21 September, disusul Oppo Find X10 Pro Max sehari setelahnya.
Kedua ponsel mengusung chip Dimensity 9600 Pro dan baterai 8.000mAh. Namun, sistem kamera menjadi pembeda utama karena masing-masing punya pendekatan berbeda.
Oppo Find X10 Pro Max mengandalkan tiga kamera 200MP yang mencakup panjang fokus berbeda.
Sementara Vivo X500 Pro Max menempatkan sensor jauh lebih besar di balik kamera telephoto 200MP.
Desain: Modul Kamera Terbelah vs Kaca Ukir
Find X10 Pro Max mempertahankan modul kamera berbentuk squircle dari seri Find X9, tetapi Oppo membaginya menjadi dua bagian.
Bagian persegi besar menampung tiga kamera, sedangkan bagian pil vertikal di kanan berisi flash LED dan sensor tambahan.
Varian Moon White memakai desain camera splicing dengan satu lembar kaca yang memiliki dua tekstur berbeda. Model Warm Orange dan Light Titanium menggunakan finishing sanded dengan soft sheen.
Ketiganya memiliki logo Hasselblad di punggung, terinspirasi dari material breaks pada kamera film klasik.
Vivo X500 Pro Max mengambil jalur berbeda. Tiga dari empat warnanya—Earth Echo, Sunny, dan Sunset—memakai panel belakang Tidal Cold Carved Glass.
Versi Night Photography yang lebih gelap memiliki finishing berbeda.
Ponsel ini juga memiliki frame aluminium kelas aviasi, sementara ring kamera memakai desain Deco pancake bertekstur.
Tiga Kamera 200MP vs Telephoto 200MP Besar
Find X10 Pro Max memiliki tiga kamera belakang 200MP, masing-masing untuk panjang fokus berbeda.
Kamera utama memakai sensor 1/1.3 inci dengan aperture f/1.5 dan panjang fokus setara 24mm.
Oppo mengklaim dynamic range 17 stop untuk single-frame, dengan stabilisasi CIPA 6.5.
Kamera telephoto 200MP menggunakan sensor 1/1.56 inci, aperture f/2.1, dan panjang fokus setara 70mm.
Telephoto ini bisa fokus hingga 10cm untuk makro dan memiliki rating stabilisasi CIPA 7.5.
Kamera ultra-wide 200MP juga memakai sensor 1/1.56 inci dengan aperture f/2.2 dan field of view 124 derajat.
Oppo menyebut kamera ultra-wide-nya menyerap cahaya 202% lebih banyak dari model sebelumnya.
Ada pula lensa warna Danxia generasi kedua di samping kamera utama untuk pemrosesan warna, dengan dynamic range 15 stop pada 24 kanal sampling spektral.
Oppo mengklaim efisiensi persepsi warna meningkat 43% dibanding generasi sebelumnya. Sementara itu, X500 Pro Max memiliki konfigurasi berbeda.
Kamera utamanya memakai sensor Blueprint 900 1/1.28 inci hasil pengembangan bersama Sony, aperture f/1.57, dan panjang fokus setara 24mm.
Vivo juga mengklaim dynamic range 17EV. Kamera ini menggunakan stabilisasi TrueDynamic dengan sistem gimbal 3 derajat dan lapisan Zeiss T*.
Fitur utama kamera Vivo adalah telephoto Zeiss APO 200MP.
Kamera ini memakai sensor Blueprint x Samsung HP0 1/1.4 inci, aperture f/2.67, dan panjang fokus setara 85mm.
Vivo menyebut 85mm sebagai panjang fokus emas untuk potret dan subjek jauh. Telephoto ini juga mendukung makro 15cm dan memiliki stabilisasi CIPA 7.0.
Kamera ultra-wide-nya adalah unit 50MP dengan sensor 1/2.75 inci dan aperture f/2.0.
Kamera ini mendukung autofocus sehingga bisa fokus pada subjek lebih dekat untuk makro.
Vivo juga menambahkan sistem fokus laser multi-zona dengan 1.536 titik laser dalam grid 48x32. Sistem ini menyediakan lebih dari 1.500 titik informasi kedalaman untuk membantu fokus.
Aksesori Teleconverter dan Fitur Video
Kedua ponsel mendukung aksesori teleconverter opsional.
Teleconverter Hasselblad Oppo memperluas kamera telephoto dari 230mm hingga 4600mm setara dan mendukung zoom lossless hingga 20x dalam pencahayaan baik.
Kit ini juga mendukung perekaman 4K 60fps Dolby Vision serta stabilisasi ganda OIS dan EIS.
Isi paketnya mencakup protective case, adapter ring, hand-rest grip, tali kamera, dan carrying pouch.
Teleconverter Zeiss G2 Ultra milik Vivo memperluas telephoto X500 Pro Max hingga sekitar 400mm setara. Aksesori ini juga menyertakan stage mode khusus untuk fotografi konser.
Vivo menambahkan fitur untuk lingkungan dingin.
Kamera telephoto-nya memiliki sistem anti-fog aktif yang menggunakan hardware dan software untuk membersihkan kondensasi di kondisi dingin dan lembap, seperti di lereng ski.
Find X10 Pro Max mendukung perekaman Open Gate yang menangkap seluruh area sensor dan memberi ruang lebih untuk cropping serta reframing.
Oppo menyebut ini pertama kali fitur tersebut hadir di ponsel flagship.
Ponsel ini juga bisa merekam video 8K 30fps dalam 10-bit Log dan mendukung color grading kompatibel ACES.
Oppo bermitra dengan TILTA dan Blackmagic Camera sebagai bagian dari sistem KHRONOS, memungkinkan koneksi aksesori seperti filter ND dan follow-focus handle.
Untuk fotografi, ada Hasselblad Master Mode dengan berbagai preset tonal dan XPan Mode untuk aspek rasio ekstra lebar.
X500 Pro Max menawarkan beberapa opsi video high-frame-rate, termasuk 4K 240fps untuk slow motion dan 4K 120fps dengan subject tracking.
Ponsel ini juga mendukung perekaman 4K 120fps 10-bit Log, sementara 8K Native Live akan hadir lewat pembaruan software.
Vivo menyertakan beberapa profil warna sinematik seperti Sunlight Film, Cool Silver Halide, Parisian Afterglow, Cool Shadow, dan Warm Light.
Pengguna juga bisa mengimpor 3D LUT kustom. Humanistic Mode menambahkan pemrosesan bergaya film, gray-film shooting, dan dukungan LUT.