Apple memprediksi harga iPhone akan naik pada 2027 seiring kenaikan biaya komponen memori. Tekanan ini muncul akibat pasokan ketat dan permintaan tinggi dari industri kecerdasan buatan.
Apple telah menyepakati harga baru DRAM dengan Samsung yang berlaku mulai kuartal pertama 2027.
Biaya RAM LPDDR5X naik dari 1,50 dollar AS per GB menjadi sekitar 2 dollar AS per GB, atau sekitar 33 persen.
Kenaikan biaya komponen ini diperkirakan berdampak pada harga jual iPhone, iPad, Mac, dan perangkat Apple lainnya.
Dampaknya bersamaan dengan rencana peluncuran iPhone 18 reguler, iPhone Air 2, dan iPhone 18e pada semester pertama 2027.
Meski begitu, kenaikan biaya RAM tidak otomatis menaikkan harga jual. Apple masih bisa menekan biaya lewat negosiasi pemasok dan pengaturan rantai pasok.
Tekanan Biaya dan Kelangkaan Memori
Mantan CEO Apple, Tim Cook, pada Juni lalu menyatakan perusahaan tidak lagi mampu menyerap sepenuhnya kenaikan harga chip memori dan penyimpanan.
Lonjakan permintaan datang dari pembangunan pusat data AI besar-besaran.
Cook menggambarkan kelangkaan memori sebagai "banjir 100 tahunan". Ia mengaku belum pernah melihat hal seperti ini di bidang apa pun selama lebih dari 40 tahun.
Tekanan biaya ini sudah mulai diteruskan kepada konsumen. Harga dasar iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max naik 100 dollar AS dibandingkan generasi sebelumnya.
Sejumlah model iPhone generasi lama di Amerika Serikat juga mengalami kenaikan harga seragam sekitar 100 dollar AS setelah peluncuran iPhone 18 Pro series.
Pantauan di Indonesia pada September 2026 menunjukkan kenaikan harga antara Rp 250.000 hingga Rp 500.000 untuk berbagai model iPhone.