Google resmi memperkenalkan Googlebook sebagai kategori laptop baru berbasis Android. Perangkat ini sudah bisa dipesan dan mulai dijual pada 4 Oktober.
Kehadiran Googlebook tidak lantas mematikan Chromebook. Google menegaskan kedua lini tetap ada, tetapi menyasar kelompok pengguna yang berbeda.
Chromebook tetap menjadi pilihan sederhana dan terjangkau. Googlebook membawa Android, perangkat keras kelas atas, dan integrasi Gemini yang lebih dalam.
Dua Sistem Operasi, Dua Pendekatan
Chromebook sejak awal mengandalkan browser dan layanan berbasis cloud. Karena itu, ada model yang dijual di bawah $200 dan cocok untuk pelajar.
Aplikasi Android memang tersedia di Chromebook, tetapi berjalan di dalam kontainer terpisah. Sebagian aplikasi pun masih terasa seperti perangkat lunak ponsel yang dipindahkan ke layar besar.
Googlebook berjalan dengan Googlebook OS yang menggabungkan bagian Android dan ChromeOS ke satu platform. Aplikasi Google Play dirancang untuk keyboard, mouse, trackpad, dan jendela yang bisa diubah ukurannya.
Artinya, Android tidak sekadar ditambahkan ke laptop ChromeOS. Android dibangun langsung ke dalam sistem operasi laptop.
Gemini Lebih Dalam dan Pilihan Model
Chromebook Plus sudah menyertakan Gemini lewat sidebar. Pengguna bisa membuka panel, mengetik perintah, mendapat jawaban, lalu kembali bekerja.
Di Googlebook, Gemini masuk ke lebih banyak aktivitas. Salah satunya Magic Pointer yang dikembangkan bersama Google DeepMind.
Fitur itu mengubah kursor menjadi pintu akses ke Gemini. Arahkan ke tanggal di email, misalnya, dan Gemini bisa menawarkan penjadwalan rapat.
Ada pula Create My Widget untuk menyusun dasbor informasi.
Pengguna bisa meminta detail penerbangan, pemesanan hotel, dan reservasi makan malam yang dirangkai dari Gmail, Calendar, dan web.
