Presiden China Xi Jinping tiba di Washington pada Rabu malam waktu setempat dan menerima penyambutan langka dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Trump memilih menjemput langsung di bandara pangkalan udara alih-alih menunggu Xi tiba di Gedung Putih.
Langkah itu menunjukkan seberapa jauh Trump menghormati pemimpin China tersebut dalam kunjungan kenegaraan pertamanya ke ibu kota AS dalam lebih dari satu dekade.
Dalam pernyataan menyambut kedatangannya di AS, Xi menulis bahwa China dan AS seharusnya menjadi mitra, bukan rival.
Ia menyebut kebangkitan besar bangsa China dan upaya membuat Amerika kembali hebat dapat berjalan seiring.
Xi juga menilai kedua negara dapat berkontribusi pada keberhasilan masing-masing dan memberi manfaat bagi dunia yang lebih luas.
Pernyataan Xi menyiratkan kedua pihak harus saling mendekat dan bekerja sama membangun hubungan yang stabil.
Hubungan itu digambarkan dengan kerja sama sebagai pilar utama, kompetisi yang dijaga dalam batas wajar, perbedaan yang dikelola, dan perdamaian yang dapat diharapkan.
Saat kembali ke Gedung Putih, Trump memberi komentar singkat kepada wartawan tentang keputusannya menjemput pesawat Xi.
Ia mengatakan pihak China menghargainya dan menyebut mereka orang-orang yang luar biasa.
Penyambutan di Pangkalan Udara
Pesawat Xi mendarat di Joint Base Andrews sekitar pukul 5.40 sore waktu setempat pada Rabu.
Trump dan Ibu Negara Melania Trump menunggu di pangkalan itu untuk penyambutan bandara yang jarang dilakukan bagi Xi dan Ibu Negara China Peng Liyuan.
Trump dan Melania tiba di Joint Base Andrews dengan helikopter, lalu masuk ke limusin presiden untuk menunggu kedatangan Xi.