Galaxy S26 Ultra memakai Snapdragon 8 Elite Gen 5 3nm dengan RAM hingga 16GB dan penyimpanan UFS 4.
X.
Keduanya dirancang untuk beban kerja berat, tetapi Samsung menambahkan DeX dan Wireless DeX untuk produktivitas bergaya desktop.
Platform 2nm dan opsi memori lebih besar membuat Vivo menarik bagi pengguna yang fokus performa.
Vivo punya keunggulan hardware besar lewat baterai silikon-karbon 8.000mAh, pengisian kabel 90W, dan nirkabel 40W.
Samsung memakai baterai 5.000mAh dengan pengisian kabel 60W dan nirkabel Qi2.2 25W.
X500 Pro Max jelas dirancang untuk daya tahan dan pengisian cepat, sementara Samsung memprioritaskan ekosistem yang lebih mapan.
Untuk pemakaian harian berat, kapasitas baterai Vivo jauh lebih menggoda.
Vivo menang di pertempuran hardware berkat baterai 8.000mAh, pengisian 90W, dan chipset 2nm.
Samsung tetap lebih kuat untuk produktivitas desktop melalui DeX dan ekosistem software yang matang.
Vivo memasangkan kamera utama 50MP dengan periskop telefoto 200MP yang menawarkan zoom optik 3,5x dan ultrawide 50MP dengan autofokus.
Optik Zeiss, lapisan T*, laser autofokus, dan fitur video Log canggih memperkuat kredibilitas imaging-nya.
Samsung memakai kamera utama 200MP bersama telefoto 3x dan 5x plus ultrawide 50MP.
Samsung menawarkan fleksibilitas zoom native lebih besar, sedangkan periskop 200MP Vivo terlihat sangat ambisius.
Vivo membekali X500 Pro Max dengan kamera selfie autofokus 50MP yang mampu merekam video 4K.
Samsung memakai kamera depan autofokus 12MP dengan perekaman 4K dan dukungan HDR10+.
Di atas kertas, Vivo punya hardware selfie lebih kuat dan lebih menarik bagi pengguna yang sering memotret potret detail atau video dari kamera depan.