Vivo Y600i resmi memperluas keluarga Y600 di China dengan mengusung baterai 8.000mAh dan layar 120Hz. Ponsel ini menempatkan daya tahan sebagai nilai jual utama, bukan performa puncak.
Konfigurasi 6GB/256GB dibanderol sekitar Rp5,3 jutaan (¥1,999). Dapur pacunya Snapdragon 4 Gen 2, yang menegaskan posisinya sebagai perangkat untuk aktivitas harian panjang.
Baterai Jumbo dan Klaim Daya Tahan
Baterai 8.000mAh menjadi daya tarik terbesar Vivo Y600i.
Kapasitas ini memberi ruang lebih panjang untuk navigasi, streaming video, komunikasi, dan aktivitas luar ruangan tanpa sering mencari colokan.
Vivo mengklaim ponsel ini mampu memutar video pendek hingga 25 jam dan menjalankan navigasi terus-menerus selama 16 jam.
Namun, hasil nyata tetap dipengaruhi kecerahan layar, kualitas sinyal 5G, suhu lingkungan, dan aplikasi latar belakang.
Sebagai pembanding, Vivo Y600 Turbo dan Y600 Pro hadir dengan baterai 9.020mAh dan 10.200mAh.
Meski tidak sebesar dua saudaranya, kapasitas Y600i masih jauh di atas rata-rata kelas menengah.
Layar 120Hz dan Ketahanan Bodi
Vivo Y600i memakai panel LCD 6,87 inci dengan resolusi 1592 x 720 piksel.
Resolusi HD ini membuat ketajaman teks dan detail gambar tidak sebaik panel Full HD, terutama saat membaca dokumen atau menonton video dari jarak dekat.
Kompensasinya hadir lewat refresh rate 120Hz. Perpindahan halaman, navigasi antarmuka, dan scrolling media sosial terasa lebih halus dibanding panel 60Hz.
Layar ini mampu mencapai kecerahan hingga 1.300 nits dalam mode HBM. Fitur DC dimming dan sertifikasi TÜV Rheinland untuk perlindungan cahaya biru rendah melengkapi kenyamanan mata.
Dari sisi ketahanan, Vivo Y600i memiliki sertifikasi IP68 dan IP69 serta bodi dengan SGS five-star drop-resistance certification. Kombinasi ini menambah rasa aman untuk pemakaian di luar ruangan.
Dengan fokus pada baterai besar dan layar responsif, Vivo Y600i menyasar pengguna yang mengutamakan daya tahan seharian.
Performa Snapdragon 4 Gen 2 cukup untuk tugas harian, bukan untuk mengejar skor benchmark tinggi.
