Rebellion tengah menggarap proyek game terbaru berjudul Alien Deathstorm.
Game ini dikembangkan menggunakan versi mutakhir dari engine Atomfall, sebagaimana dilansir dari Telset.
Langkah teknis tersebut bertujuan menyajikan sistem pencahayaan modern serta realisme lingkungan yang lebih mendalam.
Head of Design Ben Fisher dan Producer Martin Willingham membeberkan detail teknologi ini dalam wawancara di ajang Gamescom.
Peningkatan Visual untuk Atmosfer Action Horror
Willingham menilai peningkatan performa visual sebagai elemen krusial yang wajib hadir dalam permainan bergenre action horror.
Tim pengembang memanfaatkan peningkatan GPU particles, efek visual, serta sistem kabut untuk membangun atmosfer gelap yang lebih meyakinkan.
Integrasi fitur teknis tersebut memungkinkan efek visual deathstorm terealisasi secara optimal dalam permainan.
Alien Deathstorm mengusung konsep dynamic sandbox yang menjanjikan kebebasan serta tingkat replayability tinggi.
Setiap tindakan pemain akan memengaruhi kemunculan musuh secara dinamis tanpa mengikuti skenario yang kaku.
Rebellion menegaskan bahwa proyek ini bukan sekadar permainan survival shooter linear atau corridor shooter biasa.
Desain fleksibel ini dirancang agar setiap sesi permainan memberikan pengalaman yang berbeda bagi para pemain.
Langkah studio dalam mengoptimalkan engine buatan sendiri menunjukkan komitmen untuk mempertahankan kontrol teknologi internal.
Strategi ini dinilai efektif untuk menyesuaikan kebutuhan spesifik sistem permainan tanpa bergantung pada platform pihak ketiga.
Alien Deathstorm dijadwalkan rilis untuk platform PlayStation 5, Xbox Series X, Series S, dan PC pada Spring 2027.
Hingga kini, Rebellion belum mengumumkan tanggal pasti rilis, spesifikasi PC yang dibutuhkan, maupun rincian harga permainan tersebut.
