unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Bahia Bakari, Anak 12 Tahun yang Selamat dari Yemenia IY626
News

Bahia Bakari, Anak 12 Tahun yang Selamat dari Yemenia IY626

Ilustrasi pesawat Yemenia Airways dan Samudera Hindia tempat kecelakaan IY626
Bahia Bakari, Anak 12 Tahun yang Selamat dari Yemenia IY626
A A Ukuran Teks16px

Bahia Bakari, anak perempuan berusia 12 tahun, menjadi satu-satunya korban selamat dari kecelakaan pesawat Yemenia Airways IY626 pada 29 Juni 2009.

Pesawat Airbus A310-324 dengan nomor registrasi 7O-ADJ itu jatuh di Samudera Hindia, dekat Kepulauan Komoro, dalam penerbangan dari Sana'a menuju Moroni.

Insiden tersebut menewaskan 152 orang lainnya dari total 153 penumpang dan awak.

Dokumen National Transportation Safety Board (NTSB) AS mencatat pesawat mengangkut 142 penumpang, mayoritas berkewarganegaraan Prancis dan Komoro, serta 11 anggota awak.

Detik-detik Kecelakaan

Kecelakaan terjadi sekitar 18 kilometer dari bandara saat pesawat melakukan pendekatan pendaratan visual malam hari di tengah cuaca buruk.

Hembusan angin mencapai 30 knot.

Hasil investigasi menunjukkan pesawat mengalami stall dan jatuh ke laut karena awak terfokus pada jalur pendaratan tanpa merespons alarm peringatan jarak tanah.

Dalam persidangan dugaan kelalaian maskapai di Pengadilan Paris pada 23 Mei 2022, tim penyidik memastikan tidak menemukan kerusakan teknis pada badan pesawat.

Kisah Bertahan Hidup Bahia

Bahia terbang bersama ibunya dari Paris untuk menghadiri pernikahan sang kakek.

Ia menceritakan detik-detik sebelum pesawat jatuh dengan mesin beroperasi kecepatan penuh.

Bahia mengaku sempat merasakan turbulensi sebelum akhirnya terlempar ke laut.

"Saya mulai merasakan turbulensi, tetapi tidak ada yang bereaksi berlebihan, jadi saya berkata pada diri sendiri bahwa hal itu pasti wajar," ujar Bahia Bakari.

Setelah pingsan dan tersadar di dalam air, ia bertahan hidup selama 12 jam dengan memegang puing-puing pesawat.

Bahia sempat mendengar suara teriakan minta tolong dalam bahasa Komoro di tengah kegelapan, namun ia tidak dapat melihat siapa pun di sekitarnya.

Proses evakuasi berhasil menyelamatkannya dari perairan.

Ia baru mengetahui statusnya sebagai tunggal korban selamat serta kabar meninggalnya sang ibu setelah mendapat penjelasan dari psikolog rumah sakit.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru