unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Harman Tindak JBL Palsu di Asia Pasifik, 500 Ribu Tautan Dibersihkan
News

Harman Tindak JBL Palsu di Asia Pasifik, 500 Ribu Tautan Dibersihkan

Ilustrasi peredaran produk audio JBL palsu di Asia Pasifik
Harman Tindak JBL Palsu di Asia Pasifik, 500 Ribu Tautan Dibersihkan
A A Ukuran Teks16px

Harman International selaku induk merek JBL bergerak menindak peredaran perangkat audio tiruan di kawasan Asia Pasifik.

Penertiban dijalankan melalui kerja sama dengan platform e-commerce, aparat penegak hukum, serta otoritas bea cukai regional.

Dalam dua tahun terakhir, sejumlah operasi perlindungan merek mencatat hasil signifikan di beberapa negara.

Strategi yang diterapkan mencakup pembersihan lapak online hingga penyitaan fisik di jalur distribusi.

Ratusan Ribu Tautan Ilegal Dibersihkan

Sepanjang 2025, Harman memfasilitasi penghapusan lebih dari 500.000 tautan produk ilegal dari berbagai marketplace utama APAC.

Sekitar 300.000 tautan terbukti menjual barang palsu, sedangkan sisanya melanggar hak kekayaan intelektual (HAKI).

Pada semester pertama 2026, operasi bersama otoritas Korea Selatan menyita unit tiruan JBL Flip 6 dan JBL Charge 6.

Langkah itu dilakukan untuk memutus jaringan distribusi lokal di negara tersebut.

Petugas bea cukai Thailand juga menggagalkan peredaran produk bermerek fiktif "JBL Max 33" pada periode yang sama.

Petugas menyita unit tiruan JBL Go 4, JBL Clip, serta lini headphone JBL Tune series.

Selain jalur hukum, Harman meluncurkan kampanye edukasi anti-barang palsu di media sosial tingkat regional.

Kampanye ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengenali perangkat audio yang asli.

General Manager and Vice President Consumer Audio Harman Asia Pacific, Grace Koh, mengingatkan bahwa produk tiruan mengabaikan proses kendali mutu.

Penggunaan komponen berkualitas rendah juga berisiko memicu bahaya keselamatan pengguna.

"Selain menyajikan kualitas suara yang luar biasa, produk asli JBL dirancang untuk bekerja secara seamless dalam ekosistem JBL," jelas Grace Koh.

Melalui aplikasi resmi, konsumen dapat mempersonalisasi pengaturan EQ, mengakses fitur seperti stereo pairing dan Playtime Boost.

Pengalaman seperti ini tidak dapat direplikasi oleh produk tiruan.

Harman mengimbau masyarakat untuk selalu membeli perangkat JBL melalui retailer resmi atau toko online terverifikasi.

Masyarakat juga diminta mewaspadai penawaran harga yang jauh di bawah standar pasar.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru