Ubisoft mengadopsi elemen desain level dari seri Mario + Rabbids untuk merancang Rainbow Six Tactics, spin-off berbasis giliran dari Rainbow Six Siege.
Game ini dijadwalkan meluncur pada 2027 untuk PC, PS5, dan Xbox Series X/S.
Game Director Rainbow Six Tactics, Martial Potron, mengungkapkan bahwa tim desain level yang berlatar belakang proyek Mario + Rabbids berperan besar dalam membentuk metrik permainan taktis.
"Mario + Rabbids membantu kami membentuk beberapa bagian," ujar Potron, seperti dilansir dari Telset.
Pergeseran Pola Pikir
Tim pengembang memilih genre taktis berbasis giliran karena menilai identitas dasar franchise Rainbow Six sudah mengusung konsep taktis sejak awal.
"Tim, khususnya tim desain level yang datang dari Mario + Rabbids, sangat membantu kami memahami metrik taktis," kata Potron.
Perubahan fokus ke genre taktis presisi menuntut penyesuaian pola pikir bagi Potron yang telah berpengalaman 15 tahun menggarap seri Ghost Recon dengan pendekatan sinematik.
"Dalam taktis, semuanya sangat presisi," ujarnya.
Pendekatan strategi baru ini mengharuskan tim meninggalkan kebiasaan lama demi menyesuaikan diri dengan filosofi permainan yang mengandalkan keakuratan perhitungan.
"Itu murni. Seperti catur.
Jadi kami harus mengubah sedikit pola pikir kami untuk menyesuaikan dengan filosofi ini," kata Potron.
Pergeseran paradigma kerja ini menjadi tantangan tersendiri bagi para pengembang dalam proses produksi.
"Ini semacam pergeseran paradigma bagi kami dalam hal kebiasaan. Sudah 15 tahun kebiasaan saya yang perlu saya ubah," ujarnya.
Mekanisme Rainbow Six Tactics akan menyertakan sistem kelelahan dan cedera yang membatasi penggunaan Operator favorit secara terus-menerus.
Pemain juga diwajibkan melakukan eliminasi musuh pada misi tertentu yang tidak dapat diselesaikan dengan takedown non-lethal.
